Category Archives: Kisah Inspiratif

Panca : REFLEKSI lebih baik daripada EVALUASI

Panca Budi Purnomo  pada sesi pelatihan Guru Gerakan Desa Cerdas Halmahera Selatan

Foto Panca Budi Purnomo pada sesi pelatihan Guru Gerakan Desa Cerdas Halmahera Selatan

Semarang – Mantan Presiden BEM FPIK Undip Tahun 2010, Panca Dias Purnomo mengungkapkan bahwa penggunaan kata evaluasi dinilai dapat meretakkan jalinan ukhuwuah antara orang yang satu dengan lainnya. Pemuda yang kini menimba ilmu di Amerika Serikat dan menjadi relawan Indonesia Mengajar menjelaskan bahwa refleksi lebih baik digunakan dalam setiap pelaksanaan  kegiatan.

Read the rest of this entry

Iklan

Staf BSO Formasi Al-Bahrain FPIK Menangi Lomba PRF Undip 2013

TWEET - Sebuah postingan yang menunjukkan akun @hendra_wiguna16 (Akun Twitter Hendra Wiguna, Staf BSO Formasi Al-Bahrain FPIK 2013) yang terpilih sebagai kata mutiara terbaik

TWEET – Sebuah postingan yang menunjukkan akun @hendra_wiguna16 (Akun Twitter Hendra Wiguna, Staf BSO Formasi Al-Bahrain FPIK 2013) yang terpilih sebagai kata mutiara terbaik

Entah dilakukan secara tertutup atau memang belum diketahui banyak orang, Staf BSO Formasi Al-Bahrain FPIK 2013, Hendra Wiguna, lewat akun twitternya @hendra_wiguna16 diam-diam menjuarai salah satu lomba yang diadakan oleh salah satu rohis di Undip, Fosimmik PSIK.

Mahasiswa FPIK angkatan 2012 tersebut memenangi lomba kata mutiara via twitter dalam Pekan Raya Fosimmik Undip 2013 belum lama ini. “Belajarlah untuk menjadi pribadi yang diikuti zaman bukan menjadi pribadi pengikut setia zaman”. Begitulah kicauan yang diposting di akun twitter @fosimmikundip, akun resmi Fosimmik PSIK Undip.

Berkat postingan tersebut, rohis tetangga FPIK itu memilihnya sebagai kata mutiara terbaik dan mahasiswa yang sempat berencana liburan ke Turki pada akhir semester itu berhak mendapakan bingkisan menarik dari pihak Fosimmik Undip. Barakallah. Semoga menginspirasi…

Alhamdulillah, Satu Mahasiswa Baru Undip 2012 Masuk Islam

UCAPKAN SYAHADAT – Andi Nughara (baju kotak-kotak hitam, kedua dari kanan), mahasiswa FSM Undip 2012 mengucapkan kalimat syahadat untuk memeluk agama Islam didampingi imam dan takmir maskam beserta dosen FSM

Rabu, 10 Oktober 2012 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh keluarga besar mahasiswa muslim Universitas Diponegoro. Pada hari itu, terdapat moment yang sangat bersejarah, dimana salah satu diantara belasan ribu mahasiswa baru Undip 2012 yang telah diterima beberapa bulan lalu memutuskan berikrar untuk memeluk agama Islam.Dia adalah Andi Nugraha Bimanta.

Sempat tertunda karena alasan non teknis, akhirnyaprosesi ikrar tersebut bisa dilaksanakan pada 10 Oktober 2012 kemarin. Karena sebelumnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada Ahad, 7 Oktober 2012. Bertempat di Masjid Kampus (maskam) Undip, mahasiswa baru 2012 dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) –dulu bernama FMIPA- tersebut memutuskan untuk bersyahadat memeluk agama Islam yang disaksikan oleh ustadz Yasir selaku imam maskam, takmir maskam Undip Pak Nir, dosen, beserta para mahasiswa yang turut hadir di maskam untuk menyaksikan moment bersejarah tersebut.

Andi sebelum memeluk agama Islam merupakan mahasiswa yang lahir dari keluarga Nasrani.Ia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam setelah melalui proses dan pertimbangan yang cukup lama. Dalam kisah yang ia sampaikan kepada para petinggi maskam dan dosen beserta para mahasiswa yang hadir di maskam, ia menuturkan kisah perjalanannya menemukan Islam.

Seperti yang ia jabarkan, sejak duduk dibangku SMA sebenarnya Andi sudah merasakan kehadiran Islam dalam dirinya. Namun karena pada saat itu belum diijinkan oleh orang tuanya, ia menunda keputusan itu. “Saat SMA saya sudah ingin masuk Islam, namun belum mendapat ijin orang tua, dan Alhamdulillah sekarang sudah diijinkan.” tuturnya setelah bersyahadat.

Ia juga menuturkan, tiap kali adzan berkumandang, seolah-olah ia merasa dipanggil, padahal waktu itu ia belum memeluk agama Islam. “Ketika mendengar adzan saya merasa di panggil, hanya saja saya tidak tahu harus berbuat apa, karena saya bukan muslim, itu tidak satu dua kali saja namun setiap mendengar adzan selalu seperti ada yang memanggil…” jelasnya.

FPIK Pun Turut Menghadirkan Muallaf

Berbicara mengenai mahasiswa Undip yang menjadi muallaf memang sangat menarik dan patut untuk diketahui, pasalnya kejadian tersebut masih terbilang sangat langka di kampus ber-icon Pangeran Diponegoro ini. Dan jika menengok tahun-tahun sebelumnya, dari FPIK sendiri juga ada beberapa mahasiswa yang berstatus muallaf, diantaranya adalah Rico Hendrawan dan Asih.

MUALLAF FPIK – Dua orang mahasiswa yang menemukan jalan Islam dan menjadi muallaf setelah diterima di FPIK Undip, Rico Hendrawan (kiri) dan Asih (kanan)

Rico Hendrawan merupakan mahasiswa jurusan perikanan angkatan 2007 sedangkan Asih merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan 2008. Keduanya menjadi muallaf juga setelah masuk menjadi mahasiswa undip. Meski berstatus muallaf, tak jarang mereka justru menjadi orang penting di birokrasi kampusnya masing-masing atau mendapat tempat yang strategis.

Tengok saja Rico, ia terpilih sebagai ketua senat FPIK periode 2009-2010. Sedangkan Asih, ia juga menjadi orang penting dan tercatat aktif di dalam kepengurusan rohis Al-Bahrain Kelautan. Bahkan ia sempat menjadi satu-satunya diantara tujuh kandidat calon mas’ul Al-Bahrain Kelautan dari akhwat yang diusulkan oleh forum dalam Mukhtamar Rohis Al-Bahrain Kelautan tahun 2011 kemarin yang merupakan mukhtamar terakhir sebelum Al-Bahrain Kelautan merger dengan Formasi Perikanan pada 12 Januari 2012 silam. Saat ini, Asih masih aktif menjadi pengurus Insani, rohisnya Universitas Diponegoro.

KELUARGA BARU – Andi Nugraha, Muallaf dari FSM 2012 berangkulan, dan bersalam-salaman dengan para mahasiswa yang turut hadir menyaksikan ikrar syahadatnya di Masjid Kampus Undip pada Rabu, 10 Oktober 2012

Muallaf adalah sebutan untuk seseorang yang memutuskan untuk masuk Islam. Dan kembali lagi kepada  prosesi ikrar Andi, setelah proses syahadatnya akhirnya ia resmi menjadi muallaf. Semoga dengan peristiwa ini mampu memberikan inspirasi kepada yang lainnya, dan semoga muallaf-muallaf lain akan menyusul di waktu yang akan datang. Dan tugas kita yang sudah lebih dulu memeluk Islam adalah menjaga dan membimbingnya supaya mereka tetap istiqomah.

Selamat datang saudaraku. Semoga selalu diberi petunjuk untuk meniti jalan agama Islam yang lurus, dan semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan disetiap ibadah yang kita lakukan. Aamiin…

Mathew: Dari Bermain Bola, Kutemukan Islam

Seperti warga Prancis lainnya, Mathew tak asing dengan Islam dan Muslim. Sebab, banyak dari temannya yang beragama Islam. Ia pun tinggal dalam lingkungan imigran yang kebanyakan Muslim. “Hanya saya yang non-Muslim,” kata dia sembari tersenyum.

Dalam bergaul, Mathew merupakan sosok yang mengabaikan warna kulit atau latar belakang agama. Tak heran, ia begitu dekat dengan teman-temannya yang Muslim. Setiap harinya, mereka menjalani rutinitas bersama. Begitu pula ketika mereka bermain sepakbola.

Pada satu hari, ketika asik bermain sepakbola. Tiba-tiba datang sekelompok Muslim. Mathew bersama temannya memutuskan untuk tidak melanjutkan permainan dan memberikan kesempatan pada tamunya itu untuk memperkenalkan diri. Tak lama, kelompok itu mulai berbicara tentang Islam.

“Oleh mereka, saya diajak ke masjid untuk mendapatkan informasi tentang Islam. Saya sebenarnya tertarik untuk mengetahui agama ini, tapi belum pada keinginan untuk memeluknya,” kata dia.

Mathew akhirnya mendatangi undangan kelompok itu. Dari penjelasan yang diberikan, ia merasa tertarik bagaimana cara Muslim berkomunikasi dengan Tuhannya. Dari situlah, ia ingin mencari tahu informasi tentang Islam dan Muslim lebih dalam.

Beberapa catatan yang ia dapat dalam informasi itu, seperti bagaimana seorang Muslim diwajibkan berpuasa satu bulan penuh, melaksanakan shalat lima waktu, membayar zakat dan lainnya.  “Soal puasa, saya bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka melakukan itu. Ini menakjubkan,” katanya.

Sejak itu, Mathew melihat Islam merupakan agama yang cocok untuknya. Islam mengajarinya untuk menghormati orang, belajar dan hidup teratur. Lingkungannya saat ini, begitu rentan terjerembab dalam lingkaran narkoba, seks sebelum menikah, dan konsumsi alkohol. “Saya berpikir Islam melindungi saya dari ketiga hal tersebut,” ucapnya.

Hal lain yang dipertimbangkan Mathew adalah Islam merupakan obat penyembuh jiwa tiada banding. Banyak kisah mantan napi yang dahulu kecanduan narkoba atau alkohol yang berhasil sembuh ketika mempelajari Islam.

Dalam pemikiran Mathew, ini menjadi bukti bahwa Islam akan mengantarkan anda pada dokter sesungguhnya. Sosok yang akan banyak membantu seseorang memperoleh kebahagiannya. Dan Alhamdulillah, Mathew dengan mantap memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Yang menarik, kedua orang tuanya tidak keberatan dengan keputusanya untuk memeluk Islam. Tidak seperti temannya, yang banyak dijauhi keluargannya. “Mereka membiarkan saya memilih apa yang ingin dilakukan. Mereka berpikir, lebih baik anaknya banyak menghabiskan di masjid ketimbang jalanan,” kenang Mathew.

Selepas syahadat, Mathew tahu ada konsekuensi dari putusannya menjadi Muslim. Di Prancis, komunitas Muslim banyak mengalami diskriminasi. Mulai dari larangan berjilbab, burka dan bentuk diskriminasi lainnya.

Bagi Mathew, kondisi itu merupakan akibat dari distorsi media Prancis tentang Islam dan Muslim.  Informasi yang ada tidak dibarengi konfirmasi kepada Muslim Prancis. Mereka juga enggan membaca tapi lebih memilih untuk hanya mendengar. Hal itu juga dialami orang tuanya.

Untuk itu, ia berdiskusi dengan orang tuanya. Banyak hal yang dijelaskan Mathew. Usai dijelaskan, orang tuanya semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang tepat untuknya. Mereka mengatakan sungguh beruntung baginya telah menemukan ajaran agama yang tahu akan kebutuhannya.

“Saya katakan kepada anda, bacalah buku, atau akseslah internet.  Insya Allah, anda akan menemukan Islam,” kata dia.