Category Archives: Ibrah & Hikmah

Generasi Rabbani Ialah Mereka Yang Menjadikan Ummat Ini “Lebih Baik dan Terbaik”

MATERI - Ust. Rusmanto (kiri) sedang menyampaikan materi didampingi moderator M. Subchan Fahmi (kanan)

MATERI – Ust. Rusmanto (kiri) sedang menyampaikan materi didampingi moderator M. Subchan Fahmi (kanan)

Sesuai tema Muktamar III Al-Bahrain FPIK yang bertajuk “Solidkan Generasi Rabbani”, maka sudah selayaknya kita mengetahui siapa saja yang termasuk dalam kategori generasi rabbani? Apakah kita termasuk? Read the rest of this entry

Pengertian dan Hikmah Qurban

qurban1

PENGERTIAN QURBAN

Qurban berasal dari bahasa Arab,  “Qurban” atau disebut juga “Udhhiyah” atau “Dhahiyyah” secara harfiah berarti hewan sembelihan. Kata qurban sendiri diambil dari kata “qaruba” (fi’il madhi) – “yaqrabu” (fi’il mudhari’) – “qurban wa qurbaanan” (mashdar). Artinya mendekati atau menghampiri.

Qurban, dalam fiqih Islam yaitu hewan yang dipotong dalam rangka taqarrub kepada Allah, berkenaan dengan tibanya Idul Adha atau yaumun nahr pada tanggal 10 Dzulhijjah. Disebut Disebut hari nahr (atas dada),  karena pada umumnya, waktu dulu, hewan yang dipotong itu adalah onta yang cara pemotongannya atau penyembelihannya dalam keadaan  berdiri dengan ditusuk-kannya pisau ke lehernya dekat dada onta tersebut. Kemudian di kalangan kita popular dengan sebutan “qurban” artinya sangat dekat, karena hewan itu dipotong dalam rangka “taqarrub” (dalam bahasa Indonesia berarti mendekat) kepada Allah. Jadi, kesimpulannya qurban merupakan suatu kegiatan yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan supaya manusia bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah.

HIKMAH QURBAN

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu? ”Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu? ”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan. ”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab:  “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah)

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib)

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al- Kautsar : 2)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-An’am : 162)

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” (QS. Al-Hajj : 34)

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shaffat : 102 – 107)

Daging Kurban Jangan Dibungkus Plastik Hitam

QurbanPanitia pemotongan hewan kurban pada hari raya Idul Adha nanti hendaknya tidak mengemas daging dalam kantong plastik hitam. Daging dengan kemasan itu rentan terkontaminasi zat kimia penyebab kanker.

Daging yang akan dibagikan kepada masyarakat sebaiknya dikemas dalam plastik warna putih supaya daging tetap higienis. “Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa daging dalam plastik hitam berisiko terkena kanker,” kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Kota Bogor, Robert Hasibuan, di Balaikota Bogor, pada Kamis 3 November 2011 silam.

Robert juga meminta masyarakat untuk waspada saat mengkonsumsi daging kurban yang dikhawatirkan terinfeksi virus antraks. Infeksi biasanya memiliki ciri antara lain limpa terlihat bengkak dengan warna merah ke hitam-hitaman.

“Jika menemukan hewan kurban memiliki ciri seperti itu, walau sudah disembelih, sebaiknya dikubur saja,” katanya. Alat pemotongnya seperti pisau ataupun golok dan alat kontak lainnya juga diminta segera dibersihkan atau tidak digunakan lagi.

Menurut Robert, daging yang sehat dikonsumsi tidak lebih dari 4 jam setelah hewan disembelih. Karena itu, dia menyarankan, daging jangan disimpan terlalu lama, apalagi tanpa mesin pendingin. “Langsung dimasak  itu lebih baik.”

(Dikutip dari http://www.tempo.co edisi kamis, 3 November 2011 dengan sedikit penyesuaian)

Polisi Wanita Muslim di Inggris Saja Berjilbab

BERJILBAB - Polisi Wanita Muslim di Inggris

BERJILBAB – Polisi Wanita Muslim di Inggris

Kalau negara-negara non Muslim seperti Inggris, Swedia, Australia, dan sebagainya membolehkan polisi wanita Muslim berjilbab, sementara di Indonesia yang mayoritasnya Muslim dilarang, ini aneh. Padahal aturan manusia itu kan bisa dibuat/dirubah dengan mudah. Tidak boleh melanggar aturan Allah.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan, peraturan seragam Polri tentunya tak bisa dilanggar oleh anggota Polri. “Ya ini masalahnya aturan, kalau belum sesuai aturan yang tidak diperkenankan,” ujarnya, Selasa (11/6).

Sebatas belum ada peraturan maka aksi Polwan yang nekat untuk tetap berjilbab malah secara terpaksa dapat terkategorikan sebagai pelanggaran
http://cyberdakwah.com/2013/06/polwan-berjilbab-antara-uu-agama-dan-hak-asasi/#sthash.xxDWM8Hg.dpuf

CURI PERHATIAN - Koran di Inggris yang memberitakan tentang polwan berjilbab

CURI PERHATIAN – Koran di Inggris yang memberitakan tentang polwan berjilbab

Seorang Polisi Wanita Inggris, Jayne Kemp, 28, memutuskan untuk mempelajari Islam setelah menolong wanita Muslim yang dianiaya.

Setelah berbicara dgn beberapa Muslim di Twitter, akhirnya dia memutuskan masuk Islam dan hidup dgn cara Islam di antaranya dgn memakai Jilbab. Namanya berganti jadi Aminah. Polisi Inggris tidak keberatan. Bahkan Jayne diserahi tugas untuk mengatur seragam jilbab bagi polisi wanita di Inggris.

Aminah tertarik menjadi Muslim sebab Islam mengajarkan memanfaatkan waktu, sabar, dan menghormati orang lain. Islam mengajarkan kita memperhatikan tetangga dan menghormati orang2 tua.

(Disadur dari http://kabarislam.wordpress.com/2013/06/13/polisi-wanita-muslim-di-inggris-saja-berjilbab/ dengan sedikit penyesuian)

Terkait Postingan Kontroversial di Facebook Al-Bahrain FPIK: “Itu Bukan dari Pengurus”

KONTROVERSIAL - Postingan Kontroversial Yang Muncul di Akun Facebook Al-Bahrain FPIK Undip tanggal 9 Januari 2013 yang sempat membuat geger. Postingan tersebut dipastikan bukan dari pengurus Al-Bahrain FPIK setelah dilakukan penelusuran oleh Departemen Informasi dan Komunikasi Al-Bahrain FPIK selaku penanggungjawab sosial media

KONTROVERSIAL – Postingan Kontroversial Yang Muncul di Akun Facebook Al-Bahrain FPIK Undip tanggal 9 Januari 2013 yang sempat membuat geger. Postingan tersebut dipastikan bukan dari pengurus Al-Bahrain FPIK setelah dilakukan penelusuran oleh Departemen Informasi dan Komunikasi Al-Bahrain FPIK selaku penanggungjawab sosial media

Klarifikasi Resmi Al-Bahrain FPIK Terkait Postingan Mengenai Hukum Pacaran Tanggal 9 Januari 2013 :

Assalamu’alaikum wr wb…

Segala puji bagi Allah swt yang sampai saat ini masih memberikan nikmat-Nya kepada kita. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw yang telah membimbing dan menuntun kita menuju kehidupan seperti saat ini.

Kami, Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK Undip, melalui Departemen Informasi dan Komunikasi (Infokom) selaku penanggungjawab sosial media Al-Bahrain FPIK, ingin memberikan klarifikasi terkait postingan mengenai hukum pacaran tertanggal 9 Januari 2013.

Setelah ditelurusi, sejauh ini postingan yang memberikan statement bahwa di dalam Islam tidak ada dalil baik hadist maupun ayat Al-Qur’an yang mengatakan pacaran itu tidak diperbolehkan tetapi juga tidak ada dalil yang mengatakan pacaran itu dianjurkan tersebut (postingan bisa dilihat di foto), “tidak dilakukan oleh admin maupun pengurus Al-Bahrain FPIK”.

Sampai saat ini Kami belum mengetahui siapa yang sebenarnya telah memposting pernyataan di akun Al-Bahrain FPIK itu. Yang mengetahui username dan password hanya 7 orang yang menjabat sebagai pengurus Dept. Infokom Al-Bahrain FPIK. Pernyataan itu diposting sekitar jam 12.00 WIB. Setelah dilakukan cek, semua pengurus Infokom Al-Bahrain FPIK mengaku tidak tahu menahu tentang postingan itu, apalagi sebagai orang yang memposting. Karena saat itu masih sibuk jam belajar untuk UAS di FPIK, sehingga kecil kemungkinan dilakukan oleh admin dan pengurus Al-Bahrain FPIK.

Terkait bagaimana bisa postingan tersebut muncul di akun Facebook Al-Bahrain FPIK padahal tidak ada satupun pengurus Infokom Al-Bahrain FPIK yang memposting, Kami lebih memilih untuk bersikap bijak dan profesional. Kami tidak ingin membahasnya terlalu panjang lebar karena persoalan utama siapa yang memposting sudah terjawab sudah, yakni bukan dari pengurus Al-Bahrain FPIK. Jika hal ini terus dibahas hanya akan menambah spekulasi dan sampai kapanpun tidak akan menghapus kejadian yang sudah terjadi, meski postingannya telah dihapus.

Terkait postingan tersebut, Kami dari Al-Bahrain FPIK secara terbuka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Semoga ini menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi Kami untuk lebih meningkatkan keamanan terhadap sosial media yang Kami miliki dan berusaha untuk tetap memberikan informasi yang bermanfaat bagi ummat. Terimakasih.

Wassalammu’alaikum wr wb…

(ttd. Kadept. Informasi dan Komunikasi Al-Bahrain Fpik 2012)

Pasca Tragedi Baturaden, Banyak Orang Mengakses Sosial Media (Almh) Esti-Novi

DISEMAYAMKAN – Suasana haru tak bisa dihindarkan saat persemayaman dua jenazah mahasiswi FK Undip yang menjadi korban musibah Baturaden di Aula FK Undip, Senin (5/11)

Innalillahi wa innailaihi rooji’uun…

Tiga hari sudah insiden musibah kecelakaan Baturaden yang merenggut 6 korban jiwa berlalu. 2 diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Mereka adalah Novilia lutfiatul khoiriyah, (19), warga Bukit Jaya Pelalawan Riau dan Estinuha Ilma Zakiyah, (18), warga 19a Cendana Kota Bekasi.

Awalnya mereka merupakan rombongan dari Ikatan Mahasiswa Kedokteran Muslim Indonesia yang menghadiri acara Seminar Seminar Nasional yang digelar UKKI Fakultas Kedokteran Unsoed di Gedung Roediro Unsoed sejak hari Jumat (2/11). Lalu hari Minggu (4/11) kemarin, rombongan melanjutkan acar dengan city tour dari Baturaden. Namun sepulang dari Baturaden, peristiwa nahas tersebut terjadi.

Dua mahasiswi tersebut disemayamkan pada Senin 5 November 2012 di Aula FK Undip. Isak tangis mewarnai proses persemayaman. Keluarga dan teman-teman kemudian melaksanakan shalat bersama.

Sampaikan do’a lewat Sosial Media

SAMPAIKAN DO’A – Berbagai do’a, harapan, bahkan curahan hati dari rekan-rekan terdekat terus mengalir melalui akun Facebook almarhumah

Novi dan Esti, dua orang mahasiswi yang menjadi korban itu menurut para rekan se-fakultas merupakan mahasiswa yang tergolong rajin dan disukai banyak teman dikampusnya, sehingga pasca terjadi peristiwa naas tersebut, banyak para rekan maupun teman-temannya yang mengakses sosial media mereka untuk mengirimkan ucapan do’a, harapan-harapan, bahkan curahan hati dari teman-temannya yang mungkin tidak akan segera tersampaikan manakala mereka masih hidup.

Bahkan, pasca insiden itu pula, banyak orang yang mengutip isi dari blog salah satu dari mereka untuk di share-kan ke publik. Dan terlihat dari kondisi itu, mereka berdua merupakan sosok yang disukai oleh teman-temannya. Sehingga tak heran isak tangis sangat mewarnai saat prosesi persemayaman maupun saat pemakaman.

YANG MASIH TERSISA – Postingan dan blog yang masih tersisa yang banyak dikunjungi orang pasca sepeninggal almarhumah

Semoga mereka yang menjadi korban diampuni dosa-dosanya. Dan Kami Segenap Keluarga Besar Al-Bahrain FPIK Undip turut berbelasungkawa atas kepergian beliau. Semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Aamiin…

Bagi yang ingin mengirim do’a maupun mengambil kisah inspiratif dari almarhumah, bisa mengunjungi link berikut:

http://www.facebook.com/novilia.lutfiatul?ref=ts&fref=ts

http://www.facebook.com/estiitutetoo?ref=ts&fref=ts

http://novilialutfiatul.wordpress.com

(Sebagian text dikutip dari metro.news.co.id dengan sedikit penyesuaian)

Alhamdulillah, Satu Mahasiswa Baru Undip 2012 Masuk Islam

UCAPKAN SYAHADAT – Andi Nughara (baju kotak-kotak hitam, kedua dari kanan), mahasiswa FSM Undip 2012 mengucapkan kalimat syahadat untuk memeluk agama Islam didampingi imam dan takmir maskam beserta dosen FSM

Rabu, 10 Oktober 2012 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh keluarga besar mahasiswa muslim Universitas Diponegoro. Pada hari itu, terdapat moment yang sangat bersejarah, dimana salah satu diantara belasan ribu mahasiswa baru Undip 2012 yang telah diterima beberapa bulan lalu memutuskan berikrar untuk memeluk agama Islam.Dia adalah Andi Nugraha Bimanta.

Sempat tertunda karena alasan non teknis, akhirnyaprosesi ikrar tersebut bisa dilaksanakan pada 10 Oktober 2012 kemarin. Karena sebelumnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada Ahad, 7 Oktober 2012. Bertempat di Masjid Kampus (maskam) Undip, mahasiswa baru 2012 dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) –dulu bernama FMIPA- tersebut memutuskan untuk bersyahadat memeluk agama Islam yang disaksikan oleh ustadz Yasir selaku imam maskam, takmir maskam Undip Pak Nir, dosen, beserta para mahasiswa yang turut hadir di maskam untuk menyaksikan moment bersejarah tersebut.

Andi sebelum memeluk agama Islam merupakan mahasiswa yang lahir dari keluarga Nasrani.Ia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam setelah melalui proses dan pertimbangan yang cukup lama. Dalam kisah yang ia sampaikan kepada para petinggi maskam dan dosen beserta para mahasiswa yang hadir di maskam, ia menuturkan kisah perjalanannya menemukan Islam.

Seperti yang ia jabarkan, sejak duduk dibangku SMA sebenarnya Andi sudah merasakan kehadiran Islam dalam dirinya. Namun karena pada saat itu belum diijinkan oleh orang tuanya, ia menunda keputusan itu. “Saat SMA saya sudah ingin masuk Islam, namun belum mendapat ijin orang tua, dan Alhamdulillah sekarang sudah diijinkan.” tuturnya setelah bersyahadat.

Ia juga menuturkan, tiap kali adzan berkumandang, seolah-olah ia merasa dipanggil, padahal waktu itu ia belum memeluk agama Islam. “Ketika mendengar adzan saya merasa di panggil, hanya saja saya tidak tahu harus berbuat apa, karena saya bukan muslim, itu tidak satu dua kali saja namun setiap mendengar adzan selalu seperti ada yang memanggil…” jelasnya.

FPIK Pun Turut Menghadirkan Muallaf

Berbicara mengenai mahasiswa Undip yang menjadi muallaf memang sangat menarik dan patut untuk diketahui, pasalnya kejadian tersebut masih terbilang sangat langka di kampus ber-icon Pangeran Diponegoro ini. Dan jika menengok tahun-tahun sebelumnya, dari FPIK sendiri juga ada beberapa mahasiswa yang berstatus muallaf, diantaranya adalah Rico Hendrawan dan Asih.

MUALLAF FPIK – Dua orang mahasiswa yang menemukan jalan Islam dan menjadi muallaf setelah diterima di FPIK Undip, Rico Hendrawan (kiri) dan Asih (kanan)

Rico Hendrawan merupakan mahasiswa jurusan perikanan angkatan 2007 sedangkan Asih merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan 2008. Keduanya menjadi muallaf juga setelah masuk menjadi mahasiswa undip. Meski berstatus muallaf, tak jarang mereka justru menjadi orang penting di birokrasi kampusnya masing-masing atau mendapat tempat yang strategis.

Tengok saja Rico, ia terpilih sebagai ketua senat FPIK periode 2009-2010. Sedangkan Asih, ia juga menjadi orang penting dan tercatat aktif di dalam kepengurusan rohis Al-Bahrain Kelautan. Bahkan ia sempat menjadi satu-satunya diantara tujuh kandidat calon mas’ul Al-Bahrain Kelautan dari akhwat yang diusulkan oleh forum dalam Mukhtamar Rohis Al-Bahrain Kelautan tahun 2011 kemarin yang merupakan mukhtamar terakhir sebelum Al-Bahrain Kelautan merger dengan Formasi Perikanan pada 12 Januari 2012 silam. Saat ini, Asih masih aktif menjadi pengurus Insani, rohisnya Universitas Diponegoro.

KELUARGA BARU – Andi Nugraha, Muallaf dari FSM 2012 berangkulan, dan bersalam-salaman dengan para mahasiswa yang turut hadir menyaksikan ikrar syahadatnya di Masjid Kampus Undip pada Rabu, 10 Oktober 2012

Muallaf adalah sebutan untuk seseorang yang memutuskan untuk masuk Islam. Dan kembali lagi kepada  prosesi ikrar Andi, setelah proses syahadatnya akhirnya ia resmi menjadi muallaf. Semoga dengan peristiwa ini mampu memberikan inspirasi kepada yang lainnya, dan semoga muallaf-muallaf lain akan menyusul di waktu yang akan datang. Dan tugas kita yang sudah lebih dulu memeluk Islam adalah menjaga dan membimbingnya supaya mereka tetap istiqomah.

Selamat datang saudaraku. Semoga selalu diberi petunjuk untuk meniti jalan agama Islam yang lurus, dan semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan disetiap ibadah yang kita lakukan. Aamiin…

Mathew: Dari Bermain Bola, Kutemukan Islam

Seperti warga Prancis lainnya, Mathew tak asing dengan Islam dan Muslim. Sebab, banyak dari temannya yang beragama Islam. Ia pun tinggal dalam lingkungan imigran yang kebanyakan Muslim. “Hanya saya yang non-Muslim,” kata dia sembari tersenyum.

Dalam bergaul, Mathew merupakan sosok yang mengabaikan warna kulit atau latar belakang agama. Tak heran, ia begitu dekat dengan teman-temannya yang Muslim. Setiap harinya, mereka menjalani rutinitas bersama. Begitu pula ketika mereka bermain sepakbola.

Pada satu hari, ketika asik bermain sepakbola. Tiba-tiba datang sekelompok Muslim. Mathew bersama temannya memutuskan untuk tidak melanjutkan permainan dan memberikan kesempatan pada tamunya itu untuk memperkenalkan diri. Tak lama, kelompok itu mulai berbicara tentang Islam.

“Oleh mereka, saya diajak ke masjid untuk mendapatkan informasi tentang Islam. Saya sebenarnya tertarik untuk mengetahui agama ini, tapi belum pada keinginan untuk memeluknya,” kata dia.

Mathew akhirnya mendatangi undangan kelompok itu. Dari penjelasan yang diberikan, ia merasa tertarik bagaimana cara Muslim berkomunikasi dengan Tuhannya. Dari situlah, ia ingin mencari tahu informasi tentang Islam dan Muslim lebih dalam.

Beberapa catatan yang ia dapat dalam informasi itu, seperti bagaimana seorang Muslim diwajibkan berpuasa satu bulan penuh, melaksanakan shalat lima waktu, membayar zakat dan lainnya.  “Soal puasa, saya bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka melakukan itu. Ini menakjubkan,” katanya.

Sejak itu, Mathew melihat Islam merupakan agama yang cocok untuknya. Islam mengajarinya untuk menghormati orang, belajar dan hidup teratur. Lingkungannya saat ini, begitu rentan terjerembab dalam lingkaran narkoba, seks sebelum menikah, dan konsumsi alkohol. “Saya berpikir Islam melindungi saya dari ketiga hal tersebut,” ucapnya.

Hal lain yang dipertimbangkan Mathew adalah Islam merupakan obat penyembuh jiwa tiada banding. Banyak kisah mantan napi yang dahulu kecanduan narkoba atau alkohol yang berhasil sembuh ketika mempelajari Islam.

Dalam pemikiran Mathew, ini menjadi bukti bahwa Islam akan mengantarkan anda pada dokter sesungguhnya. Sosok yang akan banyak membantu seseorang memperoleh kebahagiannya. Dan Alhamdulillah, Mathew dengan mantap memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Yang menarik, kedua orang tuanya tidak keberatan dengan keputusanya untuk memeluk Islam. Tidak seperti temannya, yang banyak dijauhi keluargannya. “Mereka membiarkan saya memilih apa yang ingin dilakukan. Mereka berpikir, lebih baik anaknya banyak menghabiskan di masjid ketimbang jalanan,” kenang Mathew.

Selepas syahadat, Mathew tahu ada konsekuensi dari putusannya menjadi Muslim. Di Prancis, komunitas Muslim banyak mengalami diskriminasi. Mulai dari larangan berjilbab, burka dan bentuk diskriminasi lainnya.

Bagi Mathew, kondisi itu merupakan akibat dari distorsi media Prancis tentang Islam dan Muslim.  Informasi yang ada tidak dibarengi konfirmasi kepada Muslim Prancis. Mereka juga enggan membaca tapi lebih memilih untuk hanya mendengar. Hal itu juga dialami orang tuanya.

Untuk itu, ia berdiskusi dengan orang tuanya. Banyak hal yang dijelaskan Mathew. Usai dijelaskan, orang tuanya semakin yakin bahwa Islam adalah agama yang tepat untuknya. Mereka mengatakan sungguh beruntung baginya telah menemukan ajaran agama yang tahu akan kebutuhannya.

“Saya katakan kepada anda, bacalah buku, atau akseslah internet.  Insya Allah, anda akan menemukan Islam,” kata dia.

Memilih Esok di Hari Ini

“Hari orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok….” (QS. Al-Hasyr: 18)

Bersyukurlah orang-orang yang beriman. Hidupnya begitu mudah, tenang, dan membahagiakan. Kesulitan-kesulitan hidup, tak lebih hanya kerikil-kerikil ujian yang sesekali mengguncang jalan. Kadang terasa kecil, dan tak jarang lumayan besar. Besar kecil guncangan sangat berbanding lurus dari bagaimana tehnik kesiapan diri menghadapi jalan hidup.

Di antara tehnik kesiapan itu adalah kemampuan kita menata hari esok. Hidup perlu perencanaan. Kitalah yang menyiapkan, apa warna hari esok. Kelak, Allahlah yang menentukan, apa warna yang cocok buat kita. Ketentuan Allah selalu yang terbaik buat sang hamba. Dan segala upaya perencanaan itu tak akan pernah sia-sia di sisi Allah. “….Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan sesungguhnya, pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.” (QS. Yusuf: 56-57)

Kesempatan tak berkunjung dua kali

Salah satu nikmat Allah yang teramat mahal adalah kesempatan. Di antara wujud kesempatan buat seorang manusia adalah hidup sebelum matinya, sehat sebelum sakitnya, waktu luang sebelum sibuknya, muda sebelum tuanya, dan kaya sebelum miskinnya.

Sayangnya, tak sedikit orang yang akhirnya menyadari bahwa sesuatu adalah kesempatan ketika sesuatu itu telah pergi. Dan kepergiannya itu merupakan kehilangan besar. Saat itulah baru terasa kalau luputnya sang kesempatan merupakan kerugian yang teramat besar.

Seperti itulah, mungkin, ketika orang-orang yang durhaka kepada Allah menghadapi dahsyatnya neraka. Mereka berujar, “Andai kami dulu termasuk orang-orang yang bertakwa. Andai kami tidak mendurhakai Rasul. Andai kehidupan bisa terulang dua kali. Andai….”

Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Ada dua nikmat di mana manusia banyak tertipu karenanya: kesehatan dan kesempatan.” (HR. Bukhari)

Keadaan hari esok, sejenak apa pun waktu yang dibutuhkan, merupakan rahasia Allah. Tak seorang pun yang tahu bagaimana nasibnya di hari esok. Bahagiakah, dukakah, kemudahankah, atau kesulitan dan musibah. Dan persiapan diri dalam menghadapi segala kemungkinan itu adalah modal yang luar biasa. Masalahnya, bagaimana mungkin persiapan bisa teraih tanpa menyiasati kesempatan yang hampir berlalu. Di situlah, seorang hamba Allah tak boleh menyia-nyiakan nikmat kesempatan. Sebentar apa pun kesempatan itu hinggap. Dan sekecil apa pun takaran kesempatan terlihat.

Ketika masih ada nikmat hidup, persiapkanlah ia buat menghadapi mati. Ketika sehat masih melekat, persiapkanlah ia buat datangnya sakit. Ketika waktu luang menyambang, persiapkan ia untuk menyongsong sibuk. Ketika muda masih ada, persiapkanlah ia buat masa tua. Ketika kaya masih jaya, sisihkanlah ia buat datangnya miskin. Dan, tak ada kemiskinan yang paling menyusahkan selain miskin amal di saat hari kebangkitan.

Perencanaan mengikis penyesalan

Orang-orang yang malas mengelola kesempatan selalu bersembunyi di balik tawakal. “Nggak perlu persiapan, tawakal ajalah,” begitulah mungkin kilah mereka.

Saat itulah, orang-orang yang meyakini hal itu sedang terjebak dalam kebodohannya sendiri. Islam tidak pernah memposisikan tawakal sebagai legitimasi kemalasan. Siapakah hamba Allah yang paling tawakal selain Rasulullah saw. Beliau bersusah payah mencari penghasilan sebelum memasuki gerbang pernikahan. Beliau menanam Mush’ab bin Umair di Madinah sebelum kaum muslimin Mekah hijrah ke sana. Beliau memerintahkan para sahabat untuk berlatih kemiliteran sebelum memasuki arena peperangan.

Sekecil apa pun perencanaan, setidaknya, ia akan menjadikan seseorang siap menghadapi rumitnya hari esok. Karena kumpulan hari-hari esok tak lain adalah ladang ujian. Semakin banyak hari esok yang kita lalui, akan banyak dan meningkat pula ujian yang akan kita hadapi.

Hidup bagaikan meniti anak tangga. Semakin banyak anak tangga yang kita lalui, semakin berat beban yang kita bawa, dan semakin besar risiko jatuh. Dengan begitu, semakin jauh hari esok yang kita rencanakan, semakin matang perhitungan-perhitungan yang mesti kita siapkan.

Penyesalan selalu datang kemudian. Ia bisa menghapus segala nikmat kesempatan yang telah berlalu. Dan rasanya begitu menyakitkan. Jika penyesalan tak segera berubah perencanaan, maka penyesalan akan selalu muncul di hari esok. Tak ada kata terlambat buat melawan penyesalan selama nikmat kesempatan hidup masih tersedia.

Seorang mukmin tak patut merundung penyesalan yang berkepanjangan. Ia harus bangkit, siap menyongsong kasih sayang Allah selanjutnya. Inilah ucapan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya yang diabadikan Alquran dalam Surah Yusuf ayat 87. “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”

Pagari hidup dengan muhasabah

Muhasabah adalah pelengkap lain dari kesiapan seorang hamba Allah menghadapi hari esok. Boleh jadi, ada rute hidupnya yang nyaris melenceng dari rel perencanaan. Saat itulah, rute itu bisa diluruskan.

Orang yang hidupnya akrab dengan muhasabah menjadikan hatinya senantiasa hidup dan terjaga. Tidak mati dan lalai. Ia selalu menghitung-hitung prestasinya di hari ini dengan kemampuannya di hari kemarin. Meningkatkah, sama, atau kian berkurang. Beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin. Merugilah orang yang hari ini sama dengan kemarin. Dan celakalah mereka yang hari ini lebih buruk dari kemarin.

Umar bin Khaththab adalah di antara sahabat Rasul yang sukses menata hari-harinya. Sebagai apa pun, termasuk seorang khalifah. Di masa kekhalifahannyalah, dunia kian mengenal Islam: dengan sukarela atau terpaksa. Dan muhasabah, adalah di antara kunci suksesnya.

Beliau r.a. pernah mengatakan, hisablah diri sebelum dihisab orang lain. Atau, evaluasilah diri, sebelum dievaluasi orang lain.

Ketika kita mampu menatap hari esok di hari ini, tataplah dengan penuh perhitungan. Karena hari ini adalah rangkaian buat hari esok. Hari kemarin telah menghilang, dan hari ini tak akan berulang. Pilihlah mutu hari esok ketika ia bisa dipilih di hari ini.

 

 

 

Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.

3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Taala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

4. Puasa Ramadhan – sebagaimana disebutkan di muka – dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya ‘ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

Sebaiknya orang yang memiliki utang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan utangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.

Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Taala pada bulan Ramadhan adalah disyariatkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya: ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.