Category Archives: Acara dan Kegiatan

Andri Aprilianto: Gunakan Bahasa Kaum Dalam Berdakwah

BERIKAN MATERI - Andri Aprilianto (tengah) sedang memberikan materi tentang syi'ar pada PMDK FPIK 2013 di Aula Dekanat FPIK Undip Tembalang, Semarang (11/5)

BERIKAN MATERI – Andri Aprilianto (tengah) sedang memberikan materi tentang syi’ar pada PMDK FPIK 2013 di Aula Dekanat FPIK Undip Tembalang, Semarang (11/5)

Menyebarkan nilai-nilai islam atau biasa diistilahkan ‘berdakwah’ di zaman serba modern seperti saat ini diakui atau tidak tentu sangat berbeda jika dibandingan dengan menyebarkan dakwah di masa rosulullah saw maupun para sahabat. Lantas, bagaimana mensiasati fenomena ini?

Menurut Andri Aprilianto, dalam materi yang ia sampaikan pada acara Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus (PMDK) FPIK di Aula Dekanat lantai 3 FPIK Undip Tembalang beberapa waltu yang lalu, salah satu cara untuk mensiasati fenomena tersebut adalah kita menggunakan bahasa kaum. Termasuk dalam menamai acara yang diadakan untuk menyebarkan dakwah Islam saat ini. “Penamaan acara menggunakan bahasa kaum”, tegas mas Andri yang juga lulusan sarjana dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kita ambil contoh, saat ini banyak LDF-LDK yang menamai acara kajian mereka dengan menggunakan istilah-istilah yang bukan berkedok religi untuk menarik kaum. Ambil contoh di Undip ada “wisata ruhani”. Memakai kata ‘wisata’, meski yang disampaikan dalam acaranya tidak jauh berbeda dengan yang namanya ‘kajian’.

Itulah salah satu contoh diantara sekian banyak contoh yang ada di Undip. Tergantung bagaimana kita nanti mengemasnya menjadi sebuah istilah yang enak didengar dan orang lain merespon positif untuk menghadiri acara tersebut.

Logo Ramadhan 1434 H FPIK Undip Siap Rilis Akhir Mei

SIAP RILIS - Logo Ramadhan FPIK 1434 H siap rilis pada akhir Mei 2013 ini

SIAP RILIS – Logo Ramadhan FPIK 1434 H siap rilis pada akhir Mei 2013 ini

Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK selaku lembaga rohis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip menyatakan, logo resmi yang akan dipakai untuk menyambut bulan suci ramadhan 1434 H dinyatakan siap rilis pada akhir Mei tahun ini. Hal itu dinyatakan pada perbicangan singkat pengurus Departemen Syi’ar dengan Departemen Infokom belum lama ini.

Terkait rilis logo tersebut, hingga artikel ini diposting pembuatan logo sudah mencapai 90 persen. Berbeda dengan tahun logo ramadhan 1433 H, komponen logo kali ini tidak akan menggunakan komponen logo dari logo Al-Bahrain FPIK seperti tahun sebelumnya. Seperti diketahui, logo ramadhan 1433 H menggunakan komponen kombinasi bulan sabit-ikan yang terdapat pada logo rohis segi delapan itu.

UKK Al-Bahrain FPIK semenjak terlahir dari hasil merger dua lembaga rohis di FPIK pada 12 Januari 2012 silam memang rutin merilis logo untuk event-event tertentu. Dua event sebelumnya, yakni ramadhan 1433 H dan 1st MIlad Al-Bahrain FPIK untuk memperingati hari jadi organisasi pertamanya juga diboomingkan dengan merilis logo oleh LDF Undip terpopuler di sosial media twitter itu.

FPIK Undip Raih Juara II Jambore Muslimah 2013

LOMBA MASAK - Para peserta dari tim Annisa FPIK sedang menunjukkan hasil masakannya dalam lomba masak di Jambore Muslimah 2013

LOMBA MASAK – Para peserta dari tim Annisa FPIK sedang menunjukkan hasil masakannya dalam lomba masak di Jambore Muslimah 2013

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) kembali menorehkan prestasi di kompetisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Setelah beberapa waktu yang lalu FPIK berhasil menggondol 4 gelar juara di MTQ Undip 2013 yang diadakan oleh INSANI, kini satu-satunya fakultas di Undip yang memiliki kampus terpadu di Jepara itu berhasil meraih juara II dalam Jambore Muslimah Undip 2013.

Pada tanggal 24-25 Mei 2013, KEMUSLIMAHAN INSANI Undip mengadakan Jambore Muslimah dengan tema “Skill and Healthy of Muslimah” yang bertempat di SDIT Ar-Ridho, Bukit Kencana-Semarang. Acara dibuka ba’da ashar dengan lantunan ayat Al-quran dan dilanjutkan dengan materi oleh bu Ninin S.Psi, M.Kes hingga tiba waktu maghrib. Acara ini diikuti oleh Muslimah dari berbagai jurusan dan fakultas di Universitas Diponegoro dengan mayoritas berasal dari departemen Annisa, namun yang terpenting peserta merupakan muslimah Universitas Diponegoro.

Kegiatan jambore ini terdiri Dari berbagai perlombaan diantarannya lomba Pentas Seni., Strategi Peperangan  Tarik Tambang, Orasi, Memasak, Kreatifitas, LCC (Lomba Cerdas Cermat).

Jambore tahun ini terasa begitu berbeda dengan kehadiran 2 lomba baru, yaitu Lomba Strategi Peperangan dan Lomba Kreativitas. Uniknya, Lomba Srategi Peperangan dilakukan pada pukul 1.30 pagi. Lomba ini tidak hanya meliputi perang secara fisik, namun juga inisiatif peserta dalam melakukan koalisi antara fakultas. Selayaknya peperangan sesungguhnya, setiap Fakultas memiliki khalifah yang dan pasukan perang antar fakultas, dimana sebagai analogi nyawa digunakan tali raffia yang diikatkan pada tangan kanan pasukan perang. Khusus khalifah, tali rafia diikatkan pada kepalanya.

Pada Jambore Muslimah tahun ini, FPIK yang diwakili oleh UKK Al-Bahrain FPIK menyabet 3 medali dari 7 lomba yang diadakan panitia Jambore Muslimah. Lomba tersebut adalah Juara II lomba masak dimana bahan utamanya adalah Tahu. Timn Al-Bahrain FPIK menyajikan Tofu-Tamago roll dan Face Tahu-Tempe dalam satu wadah. Lomba selanjutnya adalah Juara III Kreativitas, pada lomba ini bahan yang digunakan adalah kain perca batik, tim Al-Bahrain berhasil membuat korsase-korsase cantik serta boneka dari bahan tersebut. Dan medali Terakhir adalah Juara II Lomba Cerdas Cermat dimana tim FPIK mendapat gelar kehormatan yaitu Tim yang berani.

Hasil akhir dari Jambore Muslimah tahun ini, Al-Bahrain FPIK berhasil memperoleh Juara II. Sedangkan juara Umum diraih oleh Tim Fakultas Ilmu Budaya dan berhak mendapat piala bergilir dari rektor Undip. Barakallah. Semoga tahun depan FPIK dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Aamiin…

Uhtin Sulastri: Beranilah Berbicara, ‘Dunia Tak Akan Runtuh Jika Salah Bicara’

MATERI - Uhtin Sulastri (memegang mic) sedang memberikan materinya pada acara Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus (PMDK) di Aula Dekanat lantai 3 FPIK Undip Tembalang, Semarang beberapa waktu yang lalu

BERIKAN MATERI – Uhtin Sulastri (memegang mic) sedang memberikan materinya pada acara Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus (PMDK) di Aula Dekanat lantai 3 FPIK Undip Tembalang, Semarang beberapa waktu yang lalu

Ada beberapa kesan yang unik yang patut diperhatikan pada pelaksanaan Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus (PMDK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) pada 11 Mei 2013 lalu. Pada acara yang dilaksanakan di Aula Dekanat Lantai 3 FPIK Undip Tembalang tersebut, panitia mengundang dua sosok pembicara, salah satunya adalah Ukh. Uhtin Sulastri.

Pembicara yang pernah menjadi mahasiswi jebolan Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip itu membawakan materi tentang public speaking pada acara PMDK FPIK 2013. Dalam materinya, Mbak Uhtin (sapaan akrab Uhtin Sulastri-red) mengatakan dalam public speaking atau berbicara kepada publik harus memerlukan resep khusus diantaranya adalah “respect”, punya rasa menghormati antara kedua belah pihak (audien maupun pembicara). Yang kedua “audible”, pengaturan suara. Suara yang disampaikan harus jelas. Selanjutnya adalah punya rasa “humble”, atau rendah hati. Jangan bersikap sombong karena posisi kita sebagai pembicara.

Point itulah yang setidaknya harus diimplementasikan dalam kegiatan dakwah Islam di kampus. alangkah baiknya, dalam penyampaian dakwah di kampus, juga disisipkan beberapa formula tambahan agar mudah diterima. Dan dalam salah satu materinya, beliau mengajak supaya para kader muda mau untuk berbicara. Dengan gelagak bercanda, ia mengatakan, “dunia tak akan runtuh jika salah bicara”, tegasnya.

Pelatihan Jurnalistik Islami, Untuk Media Islam yang Lebih Baik

PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Pelatihan Jurnalistik Islami (PJI) yang dilaksanakan INSANI Undip di FKM

PEMBUKAAN – Suasana pembukaan Pelatihan Jurnalistik Islami (PJI) yang dilaksanakan INSANI Undip di FKM (18/5)

Sabtu (18/5) INSANI UNDIP mengadakan acara “Pelatihan Jurnalistik Islam” yang diadakan di Gedung D 201 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro yang dimulai pada pukul 08.30 WIB. Acara ini diikuti oleh mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Islam tiap jurusan dan fakultas di Universitas Diponegoro, dikhususkan yang berada di bagian media. Dari Al-Bahrain FPIK sendiri, tiga orang hadir dalam acara ini yang semuanya berasal dari Departemen Infokom.

Mula-mula scara dibuka oleh seorang MC. Setelah itu dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an. Lalu dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan media dari INSANI Undip. Setelah sambutan, peserta diperlihatkan beberapa video-video yang menarik dan bisa dijadikan referensi untuk penyebaran dakwah.

Acara selanjutnya adalah acara inti, yaitu penyampaian materi oleh Ibnu Dwi Cahyo, S.H. dengan tema “Pelatihan Jurnalistik Islam”. Ibnu mengungkapkan bahwa media adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan.

MATERI - Penyampaian materi oleh Ibnu Dwi Cahyo, S.H pada acara Pelatihan Jurnalistik Islami

MATERI – Penyampaian materi oleh Ibnu Dwi Cahyo, S.H pada acara Pelatihan Jurnalistik Islami

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa media dakwah Islam saat ini bisa dibilang cukup memprihatinkan keadaannya. Untuk saat ini, menurutnya, media dakwah yang menggunakan media cetak, seperti pamflet, brosur, tabloid, merupakan cara yang sudah kuno. Karena jika melihat orang-orang masa kini, khususnya para pemuda, cenderung enggan membaca melalui media-media seperti itu. Sebaiknya cara menyampaikan dakwah menggunakan cara yang mengikuti zaman, seperti media dakwah melalui sosial media, video yang dibuat menarik, atau melalui acara-acara yang menarik yang di dalamnya juga bertujuan untuk dakwah.

Ibnu juga mengungkapkan, beberapa situs dakwah Islam saat ini juga bisa dibilang tidak jauh beda. Baik dari penampilan situsnya maupun isinya. Isinya tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik bahkan cenderung memecah belah umat yang sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

TANYA JAWAB - Ibnu Dwi Cahyo, S.H sedang menanggapi pertanyaan dari peserta dalam acara PJI di FKM

TANYA JAWAB – Ibnu Dwi Cahyo, S.H sedang menanggapi pertanyaan dari peserta dalam acara PJI di FKM

Bahkan Ibnu mengusulkan kalau bisa setiap organisasi Islam membuat sebuah aplikasi untuk smartphone yang berisi dakwah mengingat saat ini banyak sekali orang yang menggunakan smartphone. Ia juga mengungkapkan bahwa media atau kehumasan merupakan corong dari sebuah organisasi.

Posisi media Islam memiliki lima poin utama. Yang pertama sebagai keberpihakan pada keadilan. Karena keadilan merupakan substansi tertinggi dalam syariah. Yang kedua sebagai corong nasionalisme. Selanjutnya sebagai pendorong demokratisasi, penyeimbang, dan sebagai agenda keumatan.

by: Hasana Kushadi Ratnasari (@ratna2303)

Sambut Ramadhan, Al-Bahrain FPIK Undip Akan Kembali Buat Logo Khusus

SEGERA RILIS - UKK Al-Bahrain FPIK Undip akan kembali merilis logo khusus jelang Ramadhan 1434 H

SEGERA RILIS – UKK Al-Bahrain FPIK Undip akan kembali merilis logo khusus jelang Ramadhan 1434 H

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1434 Hijriyah yang tinggal menghitung pekan, Unit Kegiatan kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK akan kembali merilis logo khusus untuk event bulan penuh berkah tersebut. Rencana rilis logo ini merupakan yang kedua kalinya yang dilakukan oleh LDF Undip berlambang segi delapan itu.

Sebelumnya, Organisasi rohis induk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu juga pernah merilis logo khusus di tahun perdana menjalani bulan Ramadhan semenjak dua rohis FPIK merger pada 12 Januari 2012 silam, yakni ketika menjalani Ramadhan di tahun 1433 Hijriyah. Kala itu, dalam logonya terdapat bagian dari logo Al-Bahrain FPIK, yakni bulan sabit dan motif yang membentuk ikan.

Terkait seperti apa bentuk logo bulan Ramadhan tahun ini, akan segera diketahui bulan Mei ini. Yang jelas, mengenai bentuk sangat simple, namun didalamnya terkandung makna yang mendalam mengenai harapan di bulan Ramadhan 1434 H mendatang.

Latih Manajerial Dakwah, Al-Bahrain FPIK Undip Gelar PMDK

PMDK - Suasana acara Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus (PMDK) yang berlangsung di Aula Dekanat Lantai 3 FPIK Undip Tembalang, Semarang (11/5)

PMDK – Suasana acara Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus (PMDK) yang berlangsung di Aula Dekanat Lantai 3 FPIK Undip Tembalang, Semarang (11/5)

Untuk mengawali akhir pekan yang ceria dan penuh manfaat, pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2013, UKK Al-Bahrain FPIK mengadakan suatu acara yang sangat spesial, yaitu PMDK (Pelatihan Manajerial Dakwah Kampus). Tujuan dilaksanakannya acara ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan kemampuan punggawa Al-Bahrain FPIK dalam melaksanakan dakwah kampus agar berkembang dan tetap istiqomah dalam jalan perjuangan. Selain itu, acara PMDK ini juga sebagai sarana untuk pembimbingan dan pelatihan kemampuan kader melaksanakan dakwah di kampus.

Acara spektakuler ini diadakan di Aula Dekanat FPIK Lantai 3 Undip Tembalang, Semarang. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diawali dengan sambutan-sambutan. Diantaranya ketua panitia acara PMDK, Mas’ul Al-Bahrain FPIK Ali Akbar Zulfi,  dan Pembina Al-Bahrain FPIK Ir. Gunawan, M.Si. Acara ini diikuti oleh semua pengurus Al-Bahrain FPIK mulai dari staf sampai Ketua Departemen Dan tidak ketinggalan, para alumni juga turut diundang untuk meramaikan acara ini.

Materi yang disampaikan adalah tentang public speaking oleh Pemateri Ukh. Uhtin Sulastri. Materi public speaking diberikan untuk menggugah kader agar berani berbicara di depan publik. Materi kedua disampaikan oleh Akh. Anton  mengenai syi’ar Islam agar membuat kader dakwah bersemangat akan pentingnya syiar Islam dalam kehidupan dakwah. Pada acara ini terdapat juga acara sharing antar pengurus yang bertujuan untuk membagi permasalahan yang dapat diselesaikan bersama-sama serta meningkatkan komunikasi antar pengurus Al-Bahrain FPIK.

Semua rangkaian acara ini terlaksana dengan baik dan disudahi tepat pada pukul 15.00 WIB. Dengan mengharap ridho Allah SWT semoga acara ini dapat memberi manfaat dan ilmu-ilmu yang diperoleh dari acara ini dapat diamalkan oleh seluruh pengurus Al-Bahrain FPIK. Aamiin…

Undip Gelar Seleksi dan Audit Pementor Agama Islam

SAP – Sebuah spanduk besar tampak terpasang di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang dalam rangka menyambut Seleksi Akbar dan Audit Pementor (SAP) 2013. SAP merupakan satu-satunya seleksi yang bertujuan untuk menjaring pementor-pementor baru di Undip yang diselenggarakan oleh BPMAIU

SAP – Sebuah spanduk besar tampak terpasang di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang dalam rangka menyambut Seleksi Akbar dan Audit Pementor (SAP) 2013. SAP merupakan satu-satunya seleksi yang bertujuan untuk menjaring pementor-pementor baru di Undip yang diselenggarakan oleh BPMAIU

Universitas Diponegoro Semarang pada akhir pekan ini menyelenggarakan Seleksi Akbar Pementor (SAP). SAP Undip 2013 tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 12 dan 19 Mei 2013 oleh Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Undip (BPMAIU). BPMAIU sendiri, merupakan badan yang dibentuk khusus untuk mengelola mentoring di universitas terfavorit di Jateng ini, dalam melaksanakan SAP, bekerja sama dengan BPMAIF (Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Fakultas).

Tempat Seleksi Akbar Pementor dilaksanakan di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang. Adapun untuk materi test SAP dibagi menjadi tiga tahapan, yakni Test Tulis, Test BAQ, Interview dan Microteaching. Test tertulis bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan calon pementor terhadap materi-materi mentoring yang sudah didapatkan sebelumnya dari proses mentoring. Materi yang diujikan adalah  keseluruhan materi mentoring yang terangkum dalam kurikulum 1 tahun mentoring Undip.

Test BAQ (Baca Al-Quran) merupakan test yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta uji mengetahui hukum membaca Al-Quran dan kelancaran membacanya. Interview merupakan test wawancara untuk mendapatkan output pementor yang  visioner serta memiliki pemahaman yang benar terkait tugas pokok dan fungsinya sebagai pementor.

Terakhir, yakni Microteaching. Test ini lebih mengarah pada penilaian soft skill calon pementor dalam menyampaikan materi mentoring, khususnya dalam posisinya sebagai seorang great speaker yang memiliki kemampuan powerfull communication dalam menyelaraskan antara words (kata-kata yang jelas), tone (intonasi suara), dan motion (gerak tubuh).

SAP Undip 2013 ini dibagi menjadi dua tahap, yakni dilaksanakan tanggal 12 dan 19 Mei 2013. Selain melakukan Seleksi Pementor untuk menjaring pementor baru, BPMAIU juga mengadakan Audit Pementor bagi pementor lama.

Sekolah Pementor, Sarana Pembekalan dan Pelatihan Jelang SAP Undip 2013

FOTO BERSAMA - Para peserta sekolah pementor tampak 'sumringah' ketika melakukan foto bersama di Gazebo Medan Tempur Kodam IV Diponegoro, Semarang

SUMRINGAH – Para peserta sekolah pementor tampak ‘sumringah’ ketika melakukan foto bersama di Gazebo Medan Latihan Kodam IV Diponegoro, Semarang

Dalam rangka memberikan pembekalan materi dan pelatihan kepada calon pementor yang akan mengikuti Seleksi Akbar Pementor (SAP) Undip 2013 pada tanggal 12 & 19 Mei mendatang, Departemen Mentoring Al-Bahrain FPIK menyelenggarakan kegiatan bernama “sekolah pementor”. Kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan tersebut kali ini digelar dj Gazebo Medan Latihan Kodam IV Diponegoro yang berada di sebelah utara Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) kompleks Fakultas Kedokteran Undip Tembalang, Semarang.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Mei 2013 tersebut diisi dengan berbagai materi yang diperlukan dalam menjalani test seleksi pementor. Yang paling mendasar antara lain adalah Test Baca Al-Qur’an (BAQ) dan Microteaching. Kedua test tersebut dinilai merupakan yang paling perlu mendapat perhatian, mengingat keduanya memerlukan pemahaman khusus agar bisa melaksanakannya dengan baik.

MATERI - Staff BSO Formasi Al-Bahrain FPIK 2013 Malik Ibrahim (kiri) dan Presiden BEM FPIK Undip 2013 Izzuddin Azmi (kanan) memberikan materi BAQ & Microteaching pada acara Sekolah Pementor FPIK (4/5)

MATERI – Staff BSO Formasi Al-Bahrain FPIK 2013 Malik Ibrahim (kiri) dan Presiden BEM FPIK Undip 2013 Izzuddin Azmi (kanan) memberikan materi BAQ & Microteaching pada acara Sekolah Pementor FPIK (4/5)

Test Baca Al-Qur’an (BAQ), Dept Mentoring mendatangkan Akh. Malik Ibrahim. Mahasiswa asal Bontang, Kalimantan tersebut mendapat kehormatan dari panitia pelaksana untuk mengisi materi BAQ yang berhubungan dengan tajwid. Terlebih, mahasiswa Jurusan Perikanan 2010 itu baru saja menyabet Juara II Tartil dan Tahfidz 1 Juz Putra pada kejuaraan tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Undip 2013 beberapa waktu yang lalu.

Acara Sekolah Pementor sendiri dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Materi pertama, yakni BAQ, diterangkan tentang beberapa hukum bacaan qur’an (tajwid) yang perlu dipelajari dan dipraktekkan agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Setelah kurang lebih satu setengah jam berlangsung, pembekalan mengenai BAQ akhirnya selesai. Materi selanjutnya adalah tentang Microteaching.

SEKOLAH PEMENTOR - Suasana Sekolah Pementor

SEKOLAH PEMENTOR – Suasana Sekolah Pementor yang berlangsung di Gazebo Medan Latihan Kodam IV Diponegoro, Semarang

Materi Microteaching kali ini diisi oleh Akh. Izzuddin Azmi. Mahasiswa Asal Jakarta yang juga tengah menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPIK Undip tersebut juga mendapat kehormatan dari panitia pelaksana untuk menjadi salah satu pemateri di Sekolah Pementor. Meski, diawal penyampaian materinya, Eks Kadept Teluk Awur Otority Al-Bahrain FPIK 2012 itu berkelakar bahwa panitia salah mengundangnya. Mengingat, menurutnya, masih ada mahasisw yang jauh lebih cocok untuk menjadi pemateri mengenai Microteaching ini.

Mungkin bagi sebagian orang masih awam dengan istilah “Microteaching” ini. Microteaching  merupakan pembelajaran yang lebih mengarah pada penilaian softskill calon pementor dalam menyampaikan materi, khususnya sebagai “great speaker” yang berhubungan dengan kemampuan menyelaraskan antara “words” (kata-kata yang jelas), “tone” (intonasi suara), dan “motion” (gerak tubuh).

MICROTEACHING - Peserta Sekolah Pementor sedang mensimulasikan metode Microteaching dengan membentuk halaqoh layaknya mentoring

MICROTEACHING – Peserta Sekolah Pementor sedang mensimulasikan metode Microteaching dengan membentuk halaqoh layaknya mentoring

Pada Microteaching kali ini, para peserta sekolah pementor diberikan kesempatan untuk mensimulasikan bagaimana mengelola sebuah mentoring (halaqoh) sebagaimana yang akan diujikan pada SAP nanti.  Dari simulasi itu kemudian didapat beberapa catatan penting yang bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Satu setengah jam pembekalan mengenai Microteaching, akhirnya sampailah pada ujung acara. Sebelum ditutup, panitia memberikan kisi-kisi mengenai SAP Undip 2013. Setelah itu barulah ditutup dengan do’a. Barakallah. Semoga sukses di SAP Undip 2013 demi tegaknya Islam. Aamiin…

Dept. Mentoring Al-Bahrain FPIK Undip Adakan Upgrading Pementor Di Gunung Ungaran

FOTO BERSAMA - Para peserta Upgrading Pementor Al-Bahrain FPIK Undip 2013 sedang berfoto bersama dengan latar perkebunan teh Gunung Ungaran (27/4)

FOTO BERSAMA – Para peserta Upgrading Pementor Al-Bahrain FPIK Undip 2013 sedang berfoto bersama dengan latar perkebunan teh Gunung Ungaran (27/4)

Dalam rangka mempererat ikatan silaturahmi antar pementor Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip, Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK mengadakan kegiatan Upgrading Pementor 2013 yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2013 di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dikoordinir langsung dibawah Departemen Mentoring Al-Bahrain FPIK pimpinan Ukhti Dania Mardaleta.

Gunung Ungaran dipilih karena dari rekan-rekan pementor sendiri, banyak yang hobi naik gunung. Disisi lain, letak Gunung Ungaran yang tidak terlalu jauh untuk dijangkau dengan menggunakan sepeda motor dan tariff yang murah juga menjadi pertimbangan tersendiri terkait biaya dan reward yang nantinya bisa dirasakan saat dan setelah pulang dari Gunung Ungaran.

Diawal keberangkatan menuju Ungaran, ada rombongan kecil yang terlebih dahulu pergi untuk mempersiapkan persiapan disana. Selain itu, bagi yang masih di Semarang, disaat yang bersamaan Departemen Mentoring mendapat jatah piket untuk mengisi Ma’had Pementor di Masjid Kampus Undip Tembalang pukul 06.30 WIB. Sehingga untuk keberangkatan tahap kedua ini dilakukan setelah kegiatan Ma’had Pementor selesai.

MENAKJUBKAN – Pemandangan perkebunan teh Gunung Ungaran membuat takjub peserta upgrading yang melihatnya

MENAKJUBKAN – Pemandangan perkebunan teh Gunung Ungaran membuat takjub peserta upgrading yang melihatnya

Setelah melewati jalan raya Semarang-Solo kemudian melalui jalan tanjakan di daerah Bandengan, sampailah di jalan menuju pos pendakian Gunung Ungaran. Untuk melewati jalan ini tidak mudah. Butuh perjuangan yang tidak enteng. Pasalnya, kondisi jalan sangat menanjang bahkan sudut kemiringan ada yang mencapai hampir 40 derajat. Sehingga dari sebagian peserta yang mengendarai motor ada yang mengalami sedikit gangguan dengan motornya dan kerap terjadi pertukaran driver.

Butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di pos pertama pendakian. Sesampaianya di pos pertama pendakian, para peserta istirahat sejenak. Istirahat selesai, barulah dilakukan pendakian. Tujuan kali ini tidak sampai di puncak tertinggi Gunung Ungaran, melainkan cukup sampai di perkebunan teh yang cukup terkenal akan keeksotisannya.

PERMAINAN – Salah satu permainan yang dilaksanakan pada saat upgrading pementor sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah

PERMAINAN – Salah satu permainan yang dilaksanakan pada saat upgrading pementor sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah

Berjalan menyusuri jalan setapak dengan pohon-pohon dan tumbuhan lebat serta jurang-jurang yang menganga di sekitar jalur pendakian tidak menciutkan nyali para peserta terus menapaki jengkal demi jengkal. Setelah kurang lebih satu setengah jam, sampailah di tempat tujuan. Suatu perkampungan kecil yang dikelilingi oleh perkebunan teh yang menakjubkan.

Ditempat inilah peserta upgrading melakukan kegiatan intinya. Namun sebelum itu, peserta melaksanakan sholat dzuhur dulu sambil istirahat sejenak. Sholat dzuhur dan istirahat selesai, langsung dilaksanakan inti acara. Acara inti diisi dengan pelaporan tiap pementor mengenai  kondisi mentoringnya masing-masing, diskusi dan saling tukar pemikiran untuk mendapatkan solusi bersama.

SUMRINGAH – Peserta ikhwan tampak sumringah saat berfoto bersama dengan latar puncak Gunung Ungaran. Semangat…!

SUMRINGAH – Peserta ikhwan tampak sumringah saat berfoto bersama dengan latar puncak Gunung Ungaran. Semangat…!

Sesi diskusi selesai, acara dilanjutkan dengan permainan. Tentunya, ikhwan dengan akhwat dipisah. Permainan yang dimainkan antara lain adalah  permainan lubang tali rafia, membuat menara dari badan peserta sendiri (khusus yang ikhwan) dan masih banyak lagi. Seluruh rangkaian acara selesai tepat saat Ashar. Sholat Ashar dilaksanakan, saatnya para peserta upgrading pulang. Sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan dan berkesan….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,991 other followers