Monthly Archives: September 2013

Kilas Kampus : Undip Mulai Bangun Jalan Lingkar Timur FPIK

DIKERUK - Lahan samping timur kampus FPIK yang dikeruk untuk dijadikan sebagai Jalan Lingkar Timur FPIK

DIKERUK – Lahan samping timur kampus FPIK yang telah dikeruk untuk Jalan Lingkar Timur FPIK

Universitas Diponegoro Semarang akhirnya membangun jalan kampus di sebelah timur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang merupakan salah satu batas terluar wilayah teritorial dengan pemukiman warga setempat disebelah timur kampus bericon Pangeran Diponegoro ini.

Pembangunan jalan lingkar timur FPIK tersebut sudah dimulai sejak bulan Agustus 2013 dengan terlebih dulu meratakan tanah disebelah timur lapangan basket dekat gedung Jurusan Perikanan. Sebelum jalan ini mulai dibuat, Undip juga telah membangun pagar pembatas setinggi 3 meter disebelah timur kampus FPIK.

Pembangunan jalan lingkar timur FPIK ini memakan dana lebih dari 3 milyar rupiah dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2013 ini.

Iklan

Al-Bahrain FPIK Sukses Gelar GOM Perdana di Maskam Undip

GOM FPIK 2013 - Perdana dilaksanakan di Masjid Kampus Undip

GOM FPIK 2013 – Perdana dilaksanakan di Masjid Kampus Undip

Al-Bahrain FPIK sukses menggelar acara Grand Opening Mentoring (GOM) edisi tahun 2013 di Masjid Kampus Undip. GOM FPIK 2013 ini merupakan GOM perdana yang dilaksanakan di Masjid Kampus sejak bangunan yang akrab disapa ‘Maskam’ itu diresmikan penggunaannya pada tahun 2010 silam.

GOM FPIK yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 September 2013 tersebut dimulai dengan sesi registrasi maba sebelum masuk Maskam pada pukul 07.00 – 08.00 WIB. GOM edisi kedua dari Al-Bahrain FPIK kali ini mengambil tema “Mahasiswa Ideal Berkarakter Kediponegoroan”. Dan yang berperan sebagai Master of Ceremony (MC) kali ini adalah saudara Bambang dan Arroyan atau biasa disapa oyan.

PENGARAHAN - Panpel (membelakangi kamera) sedang memberikan pengarahan kepada Maba sebelum memasuki ruangan Maskam

PENGARAHAN – Panpel (membelakangi kamera) sedang memberikan pengarahan kepada Maba sebelum memasuki ruangan Maskam

Ketua panitia Fareza mendapat kesempatan untuk mengawali sambutan disusul dengan Mas’ul Al-Bahrain FPIK Ali Akbar Zulfi dan Pembina Al-Bahrain FPIK Ir. Gunawan, M.Si. Setelah sambutan selesai lalu dilanjutkan dengan talkshow yang diantaranya dibawakan oleh  mas Aan Setyawan dan Andhica Surya Anggara

Selain diisi dengan talkshow, GOM FPIK 2013 kali ini juga menampilkan pementasan nasyid dari group nasyid “Shymphony” garapan Fikri dkk yang juga merupakan staf dept. PSDM Al-Bahrain FPIK. Tak ketinggalan pula, disela-sela acara MC terlihat sangat rajin membagikan doorprize kepada maba yang berani bertanya dan berbicara.

MC - Master of Ceremony  oleh Bambang & Arroyan memimpin berjalannya GOM FPIK 2013

MC – Master of Ceremony oleh Bambang & Arroyan memimpin berjalannya GOM FPIK 2013

Sesi lainnya yang tak kalah serunya adalah pada saat diputarkan film mentoring dan perkenalan UKK Al-Bahrain FPIK yang dilaksanakan sebelum Dzuhur. Terkait pemutaran film mentoring, untuk pertama kalinya sepanjang GOM yang dilaksanakan Al-Bahrain FPIK film kali ini merupakan asli garapan panitia GOM FPIK. Panitia pelaksana juga menggelar bazaar dari beberapa sponsor dengan menjajakan produk mereka.

NASYID - Group Nasyid "Shymphony" (kanan) sedang menghibur para peserta GOM

NASYID – Group Nasyid “Shymphony” (kanan) sedang menghibur para peserta GOM

Paling Sakral

Setelah sholat Dzuhur, acara yang paling “sakral” pun tiba, yakni pelantikan pementor. Tak kurang dari 20 pementor baru disumpah pada saat sesi pelantikan ini. Teks pelantikan dibacakan oleh Ketua INSANI akh. Lukas Santoro. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba tweet. Tak seperti biasanya, lomba tweet dengan hastag #LTGF2013 ini mengambil sebanyak 14 pemenang.

TALKSHOW - Penyampaian materi oleh narasumber saat sesi talkshow

TALKSHOW – Penyampaian materi oleh narasumber saat sesi talkshow

Sebelum memasuki sesi akhir acara, dibacakan kelompok mentoring yang terdiri dari murobbi (pementor) dan mutarobbi (mentee/didikan) dan kepada nama pementor yang ditunjuk dipersilahkan untuk menemui kelompoknya sesuai yang telah ditentukan untuk memulai perkenalan

RAMAI - Suasana peserta GOM FPIK yang memenuhi Maskam

RAMAI – Suasana peserta GOM FPIK yang memenuhi Maskam

Hingga akhirnya masukklah sesi akhir acara, yakni pembacaan do’a penutup oleh staf Dept. Infokom 2013 Riki Tristanto. Alhamdulillah, acara GOM yang berlangsung lebih dari delapan jam tersebut akhirnya selesai. Barakallah…

“Mentoring… GAUL ISLAMI, GAYA GUE. Allahu Akbar….!!!” 😀

‘Shimphony’ Bakal Mentas Meriahkan GOM FPIK Undip 2013

MENTAS - Group nasyid 'Shimphony' dipastikan mentas pada GOM FPIK 2013 (28/9)

SIAP MENTAS – Group nasyid ‘Shimphony’ dipastikan mentas pada GOM FPIK 2013 (28/9)

Group nasyid ‘Shimphony’ garapan salah satu pengurus Al-Bahrain FPIK, Fikri dkk dipastikan akan mentas pada pergelaran Grand Opening Mentoring (GOM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2013 pada Sabtu, 28 September 2013 besok.

Group nasyid yang beranggotakan 5 mahasiswa FPIK dan 1 dari FPP (Fakultas Peternakan dan Pertanian) itu akan menghibur ratusan Maba FPIK 2013 yang akan hadir di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang tempat penyelenggaraan GOM FPIK 2013.

Sebelumnya, pada tahun 2012 lalu tatkala GOM FPIK 2012 digelar di Gedung LPPU Undip Tembalang, Semarang, panitia mengundang group nasyid Antrasena yang sukses menghibur ratusan Maba FPIK 2012.

Selain menghibur maba FPIK 2013 pada GOM FPIK besok, group nasyid yang pernah mengikuti kompetisi nasyid dari ANN Yogyakarta tersebut juga akan mentas di GOM FSM (Fakultas Sains dan Matematika) di Gedung Soedarto di hari yang sama.

Al-Bahrain FPIK : Peraturan Wajib Berjilbab Saat GOM Bukan Sebatas Formalitas

BUKAN FORMALITAS - Peraturan wajib berjilbab yang diterapkan saat GOM FPIK bukan sekedar formalitas

BUKAN FORMALITAS – Peraturan wajib berjilbab yang diterapkan saat GOM FPIK bukan sekedar formalitas

Sejak diterapkan pada GOM edisi perdana pada 15 September 2012 silam pasca Al-Bahrain Kelautan dan Formasi Perikanan merger menjadi organisasi tingkat fakultas di FPIK, aturan wajib berjilbab bagi seluruh mahasiswi saat GOM yang diterapkan Al-Bahrain FPIK bukan sebatas formalitas belaka.

Peraturan wajib berjilbab tersebut adalah salah satu cara untuk mensyi’arkan ajaran agama Islam kepada Maba sejak dini, yakni tentang menutup aurat yang memang hukumnya wajib dalam Islam, tidak bisa ditawar-tawar lagi, khususnya bagi yang mahasiswi yang sebelumnya tidak mengenakan kerudung sebelum kuliah di Undip.

Harapannya, setelah GOM selesai, keinginan untuk mengenakan jilbab secara kontinu bisa tertanam pada Maba. Meski awalnya harus dengan aturan tertulis. Terlebih, di tahun 2013 ini untuk pertama kalinya pergelaran GOM diadakan di Masjid Kampus Undip.

Kilas Kampus : Komponen Fisik Waduk Undip Mulai Dibangun

MEGAPROYEK - Suasana pembangunan waduk Undip hingga akhir September 2013

MEGAPROYEK – Suasana pembangunan waduk Undip hingga akhir September 2013

Pembangunan waduk Undip yang menelan dana lebih dari Rp 41 Milyar di sebelah utara Stadion Undip Tembalang, Semarang pada bulan September 2013 kini telah memasuki tahap pembangunan komponen fisik waduk.

Seperti yang terlihat dilapangan, waduk yang nantinya diberi nama “Waduk Pendidikan Undip” itu hingga artikel ini dimuat telah memasuki proses pengerjaaan salah satu komponen fisik waduk, yakni dinding terowongan air setelah lebih dari sebulan dilakukan pengerukan tanah dasar waduk.

Menurut rencana, waduk yang dibangun dengan membendung sungai Kali Srengseng tersebut akan selesai pada tahun 2013 mendatang. Waduk tersebut nantinya akan menampung volume air sebesar 50,86 m3 dan dilengkapi dengan fasilitas mikro hidro/pengangkit listrik kecil tenaga air, pignometer,  determine serta pisometer atau mengukur tegangan air pori.

FISIK WADUK - Seorang pekerja tampak sedang berada disamping bangunan fisik waduk yang sedang digarap

FISIK WADUK – Seorang pekerja tampak sedang berada disamping bangunan fisik waduk yang sedang digarap

BEKERJA - Dua orang pekerja tampak sedang mengecek salah satu bagian dinding terowongan waduk yang sedang dalam proses pengeringan

BEKERJA – Dua orang pekerja tampak sedang mengecek salah satu bagian dinding terowongan waduk yang sedang dalam proses pengeringan

 

Amalan Hari Raya Idul Adha

     Idul Adha adalah salah satu hari raya umat islam di seluruh penjuru dunia. Lebaran idul adha jatuh tepat pada tanggal 10 dzulhijjah. Dalam bulan dzulhijjah disarankan umat muslim untuk memperbanyak dzikir, tahmid tahlil dan memperbanyak amalan ibadah lainnnya. Jangan sia-siakan bulan yang indah ini tanpa memanfaatkan kesempatan untuk berburu pahala . berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat menjelang hari raya Idul Adha:

india-eid-al-adha-2010-11-17-6-50-0

 

 

1. Puasa tanggal 8 dan 9 dzulhijjah atau yang sering sebut hari tarwiyah dan arafah

2.Melafalkan Takbir ,tahlil dan tahmid :

الله أكبر الله أكبرالله أكب لا إله إلا الله و الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Baik secara Pribadi Atau Berjamaah mulai waktu shubuhnya hari arafah sampai akhirnya hari tasyriq,Bertakbir ini tidak saja dilakukan oleh para muazin di Masjid-masjid, namun disunahkan pula oleh pribadi masing-masing.mengumandangkan takbir sejak keluar dari rumah menuju tempat shalat dan berhenti sampai shalat didirikan. Diceritakan bahwa Ibnu Umar menjalankan shalat ied di luar mesjid dan beliau bertakbir sehingga sampai di tempat mendirikan shalat dan beliau tetap bertakbir sehingga imam datang. (HR. Daruqutni). Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Nabi saw mengucapkan:

الله أكبرالله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله و الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Beliau mengucapkan takbir ini di mesjid, di rumah dan di jalan jalan.(HR. Mushanaf Abi Syaibah)

3. Mandi Sebelum Shalat Ied Adha dan Berhias

Mandi dalam fikih berarti membasahi semua tubuh dari ujung rambut hingga kaki, layakya mandi jinabat kemudian memakai wewangian. Diceritakan dari Ibnu Umar bahwa beliau mandi sebelum pergi menghadiri shalat ied (Muwatha Malik). Dari Ali pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, “Yaitu pada hari Jum’at,  hari ‘Arafah, hari raya Fitri dan hari raya Idul Adha.” (HR. Baihaqi).Dianjurkan pula untuk menyempurnakan kebersihan ini dengan merapikan bulu di ketiaknya, memotong kuku dan yang lainnya, sebab dia berfungsi sebagai penyempurna kebersihan dan keindahan.

4. Memakai Pakaian Yang Terbaik

Selanjutnya memakai pakaian yang bagus dan ini sangat dianjurkan mengingat para sahabat melakukannya. Diceritakan dari Ibnu Umar ra bahwa dia memakai pakaiannya yang paling indah pada dua hari raya (Al-Baihaqi). Ibnul Qoyyim berkata: “Dan Nabi saw memakai pakaian yang paling indah pada dua hari raya, maka beliau memiliki pakaian khusus yang dipakainya pada dua hari raya dan hari jum’at.” (Zadul Ma’ad).

5. Tidak Makan Sebelum Shalat Iedul Adha.

Dianjurkan makan setelah shalat Iedul Adha dengan dasar sabda Nabi Saw, “Bahwa Nabi Saw tidak berangkat shalat di hari raya Ied Fitri kecuali makan dahulu, dan beliau tidak makan pada hari hari raya Ied Adha melainkan setelah selesai shalat Ied.” (HR. Tirmizi, Ibn Majah dan Ahmad.

6. Berbeda Jalan Pergi Pulang.

Disunahkan pergi dan pulang dengan menggunakan jalan berbeda.
Dari Jabir ra berkata: “Bahwa Rasulullah Saw pada hari eid (pergi dan pulang) pada jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari). Lakukan perbuatan ini semampunya meskipun hanya berbeda jalan kiri kanan agar mendapat pahala sunnah.

7. Shalat 2 Rakaat Ketika Sampai di Rumah.

Dari Abi Sa’id Al-Khudri ra berkata: “Bahwa Nabi Saw tidak mendirikan shalat apapun sebelum ied dan apabila telah kembali ke rumah maka beliau saw mendirikan shalat dua rakaat.” (HR. Ibnu Majah).Shalat di rumah ini dimungkinkan shalat dhuha sedangkan makna hadist di atas bahwa Nabi tidak shalat sebelum Ied, karena shalat ied ketika itu diselenggarakan di lapangan sehingga tidak ada shalat tahiyatul masjid. Sedangkan jika diadakan di Masjid, maka disunahkan shalat tahiyatul Masjid.

8.Hadir Shalat Ied Adha.

Tuntunan shalat ied ini sangat dianjurkan bagi pria dan wanita, bahkan sebagian ulama mengatakan wajib dengan dalil Hadits Ummu Athiyah bahwa,. ” Nabi saw memerintahkan para wanita yang masih gadis untuk mengerjakannya, begitu juga para wanita yang baru baligh dan mereka yang sedang haid, namun beliau memerintahkan agar wanita yang haid menjauhi tempat pelaksanaan shalat dan mereka menyaksikan kebaikan dan berdo’a bersama bagi kaum muslimin.” (HR. Bukhari)

9. menyembelih hewan kurban dst.

Image

Demikian amalan Sunah saat Idul Adha yang penulis baca dan ketahui dari berbagai sumber baik kitab fiqihk kitab hadits maupun dari artikel teman-teman blogger semoga Alloh memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua sehingga kita dapat mengamalkannya  .

 

Jadilah Muslim Cerdas dan Selektiflah Mengkonsumsi Berita!

Image

BELAKANGAN isu terorisme kembali mencuat. Bahkan terakhir, kegiatan pelajar Muslim di sekolah menengah seperti ROHIS) dituduh sebagai sarang “teroris”. Tidak berhenti di situ, pada saat bersamaan, keluar sebuah film provokatif yang merendahkan martabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam.

Tetapi, yang disorot media bukan filmnya, lebih banyak cenderung kepada reaksi umat Islam yang melakukan demo, yang mereka sebut sebagai aksi anarkis. Jadi, umat Islam yang diserang, ketika bereaksi, umat Islam pula yang dituduh dengan tidak semestinya.

Sebagai seorang Muslim -terutama masyarakat umum- situasi seperti ini tentu akan menimbulkan kebingungan. Apalagi yang setiap hari sibuk bekerja dan tidak pernah intens menambah khazanah keilmuan Islam-nya. Sementara itu, mereka tanpa bisa menghindar dijejali oleh berbagai informasi (berita) yang belum tentu benar pemberitaannya.

Dalam situasi seperti ini, tentu kita semua sebagai Muslim harus cerdas memilah, memilih dan mengolah berita. Jangan sampai kita percaya begitu saja kepada semua berita yang ditayangkan oleh media. Setidaknya kita harus mengerti media mana yang konsen memberitakan Islam secara obyektif dan berimbang. Sekaligus juga harus mengetahui media mana yang kurang berimbang dalam menyampaikan berita tentang Islam dan umat Islam.

Dua hal itu sangat penting, utamanya untuk melindungi iman kita sendiri agar tidak terkikis oleh berita-berita yang tidak benar atau berbau fitnah. Sebab, media hari ini sama halnya dengan sahabat pada zaman dulu. Apalagi bagi mereka yang sibuk bekerja, tidak sempat silaturrahim, tidak bisa mengikuti pengajian di masjid, tentu tidak ada yang menemaninya, selain berita dari berbagai media.

Oleh karena itu, setiap Muslim wajib cerdas memilih berita atau informasi. Carilah media yang benar-benar bisa menguatkan iman dan meneguhkan keyakinan. Jika dianggap susah, maka kita harus memiliki sensor yang baik.

Allah SWT berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِي

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS.Al-Hujurat  49: 6).

Setiap media tentu menyajikan berita, tetapi belum tentu semua berita itu benar, ditulis dengan keikhlasan, kejujuran dan pemahaman yang baik. Maka dari itu, dalam situasi seperti sekarang, dimana informasi berseliweran begitu banyak maka tidak ada cara terbaik selain mengamalkan apa yang Allah firmankan di atas.

Periksa dengan teliti setiap berita. Apakah benar, salah, atau malah justru mengandung fitnah. Jika kita tidak mendalami ajaran Islam, tentu akan sulit bagi kita untuk melakukan pemeriksaan, apalagi sampai pada tahap memilah, memilih dan mengolah.

Maka jangan lupa pesan Nabi Muhammad saw, bahwa menuntut ilmu itu wajib. Jadi, sudah seharusnya setiap Muslim menambah keilmuan agamanya dengan penuh kesungguhan.

Apalagi di zaman dimana Islam selalu diberitakan secara negatif dan tidak berimbang. Kita perlu bertanya kepada ulama perihal Islam yang sesungguhnya. Setidaknya, kita membaca media-media Islam yang konsen membela hak dan suara umat Islam.

Media adalah Teman

Dahulu teman adalah manusia, sekarang tidak. Teman bisa berarti media. Bagaimana tidak, setiap orang dapat mengakses berita sesuka hati, sesuai selera, dan kebutuhan.

Berbicara teman dalam Islam adalah hal yang sangat pokok. Masalah teman adalah masalah iman. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Pepatah Barat mengatakan, “You Are What You Talk.” Artinya orang akan berbicara dari apa yang dibaca dan didengar. Kalau bacaannya tentang Islam keliru, bisa keliru pemahamannya dan terganggu keimanannya.

Sekalipun terkesan sederhana, ini adalah masalah pokok. Ketidakpedulian kita sebagai Muslim terhadap masalah seperti ini adalah pertanda buruk bagi eksistensi umat Islam di masa-masa yang akan datang.

Bayangkan, di negeri yang mayoritas ini, umat Islam belum punya televisi Muslim yang bisa bersaing dengan televisi nasional yang kurang peduli terhadap umat Islam. Akibatnya, mau tidak mau, sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia mengkonsumsi berita dari televisi yang tidak mendakwahkan Islam secara benar.

Mungkin, momentum terorisme dan anarkisme yang dituduhkan terhadap umat Islam, bisa menjadi momentum yang baik bagi kita semua (umat Islam) untuk menggalang kekuatan menghadirkan televisi Muslim Indonesia. Kita tidak bisa menyalahkan media yang sudah ada, karena secara frame work semua media itu hadir tidak dengan basis dakwah dan pencerahan umat tetapi komersialisme.

Tetapi jangan lupa, selagi media Muslim berupa televisi belum ada, kita semua sebagai Muslim harus serempak untuk mampu mengkonsumsi informasi yang berkualitas, benar, dan jujur. Jika tidak, maka perselisihan, percekcokan antar umat Islam sendiri, selamanya tidak akan bisa dihindari. Inilah salah satu PR terbesar umat Islam era kini.

Al-Qur’an Sebenar-benar Berita

Informasi akan semakin sulit disaring manakala kita sebagai Muslim buruk interaksinya dengan Al-Qur’an. Bayangkan, tidak sedikit di antara umat Islam yang setiap hari sanggup membaca koran tetapi tidak mampu membaca Al-Qur’an walau hanya beberapa ayat saja dengan penuh kesungguhan.

 Akibatnya, isi kepala lebih banyak berisi berita koran dari pada berita Al-Qur’an. Padahal, hanya Al-Qur’an saja yang menyajikan berita yang mutlak kebenarannya. Atas kondisi ini, amar makruf nahi munkar dianggap anarkisme. Kemudian, asal berjenggot, berjilbab, apalagi bercadar, berbekam, dan berpenghasilan obat-obatan herbal dituduh teroris lalu sebagian dari umat Islam pecaya begitu saja.

Hal tersebut tentu tidak benar. Tetapi selamanya sebagian umat Islam akan bingung dan bimbang manakala tidak memperbaiki interaksinya secara kuantitatif dan kualitatif terhadap Al-Qur’an. Sebab hanya Al-Qur’an yang isi dan kandungannya mutlak benar (QS. 2 : 2). Jadi, wajib bagi setiap Muslim percaya kepada Qur’an, dan selektif terhadap berita koran (media massa).

Menjadi Sahabat Setia Nabi

Reaksi yang dilakukan sebagian umat Islam di seluruh dunia dan di Indonesia terhadap film yang menghina Rasulullah adalah sebuah keniscayaan. Hal itu tidak bisa disalahkan, sebab dalam Islam ada kewajiban untuk membela Rasulullah saw. Tentu, tindakan destruktif dalam melakukan aksi unjuk rasa itu tidak dibenarkan dalam Islam.

Hal tersebut tidak bisa dihubungkan dengan ajaran Islam. Fenomena itu adalah bentuk reaksi psikologi yang pasti terjadi pada diri umat Islam. Karena apapun alasannya, tindakan menghina Nabi adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir dan merupakan tindakan yang biadab.

Justru aneh jika ada yang menghina Nabi kemudian umat Islam tidak melakukan reaksi apa-apa. Nabi adalah bagian inti dalam ajaran Islam. Menghina Nabi berarti menghina Islam.

Terkait dengan hal itu, ada sebuah hadits yang relevan untuk dihadirkan dalam kesempatan ini. “Setiap Nabi yang diutus oleh Allah kepada suatu umat sebelumku, tentu ia mempunyai para sahabat setia dari umatnya. Mereka mengamil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian datanglah generasi berikutnya yang mengingkari sunnahnya, mereka mengatakan apa yang tidak mereka perbuat dan melakukan apa yang tidak diperintahkan.

“Barangsiapa yang bersungguh-sungguh (berjuang mengingatkan dan meluruskan mereka) dengan tangannya (kekuasaanya), maka dia adalah mukmin, barangsiapa yang bersungguh-sungguh meluruskan mereka dengan lisannya, maka dia adalah mukmin, dan barangsiaa yang bersungguh-sungguh berjuang meluruskan mereka dengan hatinya, maka dia adalah mukmin. Dan tidadalah dibelakang hal tersebut terdapat keimanan sekecil biji sawi pun.” (HR. Muslim).

Mari kita jaga hati kita dengan berita-berita dari media-media subhat yang hanya akan merusak pikiran, akhlaq anak-cucu kita semua.

Untuk saat ini, kita (umat Islam) memang tidak memiliki televisi yang menjadi representasi umat. Namun dalam banyak kasus, kita bisa  menjadi “pengendali” media massa di negeri ini. Jadi, mulai saat ini, marilah kita mulai selektif dalam mengkonsumsi berita. Termasuk memilih berita untuk kebutuhan kaum Muslim dan keluarga kita.*/Imam Nawawi

2014, FPIK Undip Miliki ‘Aula Dekanat’ Baru

CALON LAHAN - Lahan sebelah selatan Gedung B dan C FPIK Undip Tembalang, Semarang yang tampak diratakan sebagai lokasi pembangunan 'Hall' FPIK yang baru. Foto diambil Juni 2013

CALON LAHAN – Lahan sebelah selatan Gedung B dan C FPIK Undip Tembalang, Semarang yang tampak diratakan sebagai lokasi pembangunan ‘Hall’ FPIK yang baru. Foto diambil Juni 2013

Gedung heksagonal FPIK, atau biasa dikenal dengan Aula Dekanat FPIK yang selama ini menjadi primadona tempat pelaksanaan berbagai kegiatan seminar dan pertemuan lembaga sepertinya akan memiliki saudara baru. Fakultas yang bertetangga dengan Prodi Ilmu Keperawatan FK Undip ini tidak lama lagi akan memiliki hall baru yang fungsinya diantaranya akan digunakan untuk seminar dan pertemuan yang selama inii dilaksanakan di Aula Dekanat.

Informasi tersebut didapat melalui salah satu dosen pengajar di FPIK disela-sela acara UKK AL-Bahrain FPIK beberapa waktu lalu. Lokasi bangunan ‘hall’ tersebut berada di sebelah selatan gedung B dan C FPIK Undip. Pengerjaannya diperkirakan selesai sekitar akhir tahun 2014 mendatang.

Hingga artikel ini ditulis, pembangunan ‘hall’ sudah berlangsung dan telah mencapai tahap pembangunan pondasi. Aula Dekanat FPIK sejak diresmikan penggunaannya beberapa tahun memang bukan rahasia lagi jika menjadi tempat seminar dan pertemuan UKK FPIK.

Al-Bahrain FPIK Wajibkan Seluruh Mahasiswi Peserta GOM Berjilbab

WAJIB BERJILBAB - Peserta GOM FPIK 2012 tampak kompak mengenakan jilbab tahun lalu. Tahun 2013 ini, Al-Bahrain FPIK akan kembali mewajibkan kepada seluruh mahasiswi peserta GOM untuk berjilbab

WAJIB BERJILBAB – Peserta GOM FPIK 2012 tampak kompak mengenakan jilbab tahun lalu. Tahun 2013 ini, Al-Bahrain FPIK akan kembali mewajibkan kepada seluruh mahasiswi peserta GOM untuk berjilbab

Sudah terbiasa memakai jilbab atau belum, Al-Bahrain FPIK melalui panitia pelaksana GOM mewajibkan kepada seluruh mahasiswi FPIK 2013 untuk mengenakan Jilbab atau kerudung saat GOM FPIK tanggal 28 September 2013 mendatang.

Hal itu diungkapkan pada syuro panitia GOM pada Jum’at, 20 September 2013 di Muskam FPIK. Aturan khusus yang diterapkan ini sebenarnya bukan hal baru. Setahun sebelumnya, tepatnya pada pelaksanaan Grand Opening Mentoring FPIK 15 September 2012 silam di Gedung LPPU Undip Tembalang, aturan wajib berjilbab kepada seluruh mahasiswi peserta GOM FPIK  2012 juga diterapkan oleh Al-Bahrain FPIK. Waktu itu Al-Bahrain FPIK belum genap berusia satu tahun pasca terbentuk dari mergernya dua rohis jurusan di FPIK, Al-Bahrain Kelautan dan Formasi Perikanan.

Hasilnya, untuk pertama kali sepanjang sejarah GOM FPIK, GOM FPIK edisi tahun 2012 kala itu menjadi pergelaran GOM pertama di Undip yang sukses menghijabkan seluruh peserta mahasiswinya atau 100 persen mahasiswi berhijab. Tak ada satupun peserta yang tidak mengenakan jilbab.

Untuk GOM FPIK 2013 ini, Al-Bahrain FPIK akan kembali menerapkan aturan tersebut. Warna jilbab bebas, yang terpenting menutup aurat. Terlebih, event tahunan ini akan diselenggarakan di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang.

GOM FPIK Kian Dekat, Sosialisasi Terus Digencarkan

SOSIALISASI - Panitia GOM FPIK Undip 2013 (berdiri) tampak tengah melakukan sosialisasi GOM di salah satu kelas di Jurusan Perikanan beberapa waktu lalu

SOSIALISASI – Panitia GOM FPIK Undip 2013 (berdiri) tampak tengah melakukan sosialisasi GOM di salah satu kelas di Jurusan Perikanan beberapa waktu lalu

Kurang dari 2 pekan jelang pelaksanaan Grand Opening Mentoring (GOM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) 2013, Al-Bahrain FPIK selaku panitia pelaksana terus melakukan sosialisasi guna menjamin seluruh mahasiswa baru FPIK angkatan 2013 mengetahui informasi terkait GOM.

Sosialisasi tersebut meliputi sosialisasi langsung yang diadakan di kelas sesaat atau sebelum mahasiswa melakukan kuliah bersama dosen. Sosialisasi di dalam kelas tersebut bersamaan dengan pembagian angket yang berisi sejumlah pertanyaan terakit ibadah maba sebelum masuk kuliah.

Sedangkan sosilasisasi diluar kelas meliputi sosialisasi di sosial media Al-Bahrain FPIK seperti Facebook, Twitter maupun blog. Segala informasi mengenai GOM telah dimuat disana. Selain sosialisasi, dalam rangka GOM pula Al-Bahrain FPIK mengadakan lomba Tweet dengan tema bebas. Asal tidak menyimpang dari agama Islam.

GOM merupakan acara rutin yang diadakan sekali dalam setahun oleh Al-Bahrain FPIK dibawah pengawasan Badan Pengelola Mentoring Agama Islam Undip (BPMAIU). Tahun ini, GOM FPIK akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 September 2013 di Masjid Kampus Undip Tembalang, Semarang.