Monthly Archives: Juli 2013

Allah Telah Mengkondisikan Bulan Ramadhan Secara Spesial

NARASUMBER - Ust. Heri Sutarto, Lc (kiri) sedang menjadi narasumber Kajian dan Tanya Jawab Islam  didampingi oleh Kajur Ilmu Kelautan FPIK Undip (kanan)

NARASUMBER – Ust. Heri Sutarto, Lc (kiri) sedang menjadi narasumber Kajian dan Tanya Jawab Islam didampingi oleh Kajur Ilmu Kelautan FPIK Undip (kanan)

Bulan ramadhan memang menjadi bulan yang begitu spesial bagi seluruh ummat Muslim di dunia ini. Terasa begitu spesial karena pada ramadhan bulan ini amalan – amalan ibadah yang dilakukan ummat Muslim pahalanya dilipatkatgandakan beberapa kali lipat dari biasanya.

Bahkan, selain pahalanya dilipatkan beberapa kali lipat dari biasanya, ada alasan lain kenapa bulan ramadhan terasa begitu sepesial. Menurut Ust. Heri Sutarto, Lc yang mengisi acara Kajian dan Tanya Jawab Islam di Aula Dekanat Lantai 3 FPIK Undip Tembalang Semarang beberapa waktu lalu mengatakan, bulan ramadhan begitu spesial karena Allah swt sendiri juga telah mengkondisikan bulan ini secara spesial agar kaum Muslim bisa beribadah dengan maksimal.

Beliau mengambil contoh, dikatakan spesial karena ketika ramadhan tiba, seolah-olah lingkungan sekitar kita mulai dari tetangga dekat, daerah tempat tinggal, tempat-tempat ibadah, hingga berbagai stasiun TV semuanya mendukung dengan berbagai caranya tersendiri untuk memaksimalkan bulan Ramadhan.

Dilihat dari sisi lain juga misalnya, pada hari – hari biasa yang umumnya tempat – tempat hiburan buka, pada bulan ramadhan ditutup. Tak ketinggalan dengan yang ada di masjid dan sekolah – sekolah atau kampus. Di masjid banyak disediakan fasilitas untuk menunjang berbagai kegiatan ibadah.

Sedangkan di sekolah atau kampus berbagai kegiatan penunjang ramadhan seperti kajian dan yang lainnya seolah menjadi kondisi yang memang Allah berikan untuk bisa beribadah dengan maksimal di bulan ramadhan ini.

Al-Bahrain FPIK Undip Jadwalkan GOM Digelar 28 September 2013

MASTER OF CEREMONY - Izzuddin Azmi yang saat ini menjabat sebagai Presiden BEM FPIK 2013 (kiri) sedang menjadi Master of Ceremony berpasangan dengan Tri Subekti (kanan) saat memandu berjalannya GOM FPIK 2012 pada 15 September 2012 silam

MASTER OF CEREMONY – Izzuddin Azmi yang saat ini menjabat sebagai Presiden BEM FPIK 2013 (kiri) sedang menjadi Master of Ceremony berpasangan dengan Tri Subekti (kanan) saat memandu berjalannya GOM FPIK 2012 pada 15 September 2012 silam

Berbagai jalur masuk SPMB PTN kini telah diselenggarakan. Verifikasi sebagai kelengkapan registrasi juga telah digelar. Sebuah pertanda sebentar lagi berbagai kampus di Indonesia, khususnya PTN akan kedatangan mahasiswa baru dari berbagai pelosok negeri. Tak terkecuali dengan kampus Universitas Diponegoro (Undip).

Selain identik dengan kegiatan verifikasi dan upacara PPMB beserta rangkaian kegiatannya di fakultas, bagi kalangan akademisi berbasis keagamaan yang tergabung dalam lembaga dakwah kampus, tahun akademik baru juga identik sebuah kegiatan bernama GOM.

GOM FPIK 2012 - Suasana pelaksanaan GOM FPIK tahun 2012 silam di Gedung LPPU Undip Tembalang, Semarang. Rencananya, untuk GOM FPIK tahun 2013 akan diselenggarakan diempat yang sama pada 28 September 2013

GOM FPIK 2012 – Suasana pelaksanaan GOM FPIK tahun 2012 silam di Gedung LPPU Undip Tembalang, Semarang. Rencananya, untuk GOM FPIK tahun 2013 akan diselenggarakan diempat yang sama pada 28 September 2013

GOM atau Grand Opening Mentoring merupakan agenda rutin tahunan yang khusus diselenggarakan untuk mahasiswa baru muslim diawal mereka masuk kuliah. Maka dari itu, Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK Universitas Diponegoro selaku organisasi rohis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan kini telah menjadwalkan acara yang juga masuk dalam rangkaian PMB fakultas untuk mahasiswa FPIK 2013 mendatang.

Sesuai dengan syuro panitia yang telah dibentuk oleh Departemen Mentoring Al-Bahrain FPIK beberapa hari pasca UAS kemarin, rohis berlambang segidelapan tersebut menjadwalkan acara Grand Opening Mentoring (GOM) untuk mahasiswa baru FPIK 2013 digelar pada Sabtu, 28 September 2013 mendatang.

Terkait seberapa besar persiapan pergelaran GOM FPIK 2013, hingga berita ini diturunkan panpel masih menggodok persiapan teknis, khususnya mencari pembicara. Dilain pihak, pengurus baru meminta adanya hal baru dalam ketika pelaksanaan GOM supaya memberikan kesan yang berbeda dari pelaksanaan GOM tahun sebelumnya.

Al-Bahrain FPIK Adakan Kajian dan Ifthor Bersama Anak Panti Al-Firdaus

SAMBUT BUKA - Anak-anak panti Al-Firdaus tampak bersiap-siap untuk "makan besar"

MAKAN BESAR – Anak-anak panti Al-Firdaus tampak bersiap-siap untuk “makan besar”

Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK Selaku Organisasi Rohis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip mengadakan acara kajian dan berbuka bersama dengan anak-anak dari Yayasan Atma Al-Firdaus Semarang. Tak ketinggalan pula, panpel pelaksana (panpel) turut mengundang pihak dosen diantaranya Pembina UKK Al-Bahrain FPIK Ir. Gunawan, M.Si dan Pembantu Dekan III FPIK Ir. Irwani, M.Phil.

Acara yang berlangsung pada Jum’at, 19 Agustus 2013 di Aula Dekanat FPIK Undip Tembalang itu merupakan rangkaian dari event tahunan UKK berlambang segidelapan tersebut yang untuk tahun 2013 ini mengambil tema “AMAZING RAMADHAN 1434 H”.

SAMBUTAN - Pembina UKK Al-Bahrain FPIK Ir. Gunawan, M.Si (kiri) beserta Pembantu Dekan III FPIK Ir. Irwani, M.Phil tampah sumringah memberikan sambutan

SAMBUTAN – Pembina UKK Al-Bahrain FPIK Ir. Gunawan, M.Si (kiri) beserta Pembantu Dekan III FPIK Ir. Irwani, M.Phil tampah sumringah memberikan sambutan

Acara Kajian dan Buka Bersama tersebut dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB setelah sebelumnya di tempat yang sama juga diadakan Kajian dan Tanya Jawab Islam bersama birokrasi dengan narasumber Ustadz Hery Hartanto, Lc.

Kata sambutan oleh panpel, mas’ul Al-Bahrain FPIK, Pembina dan PD III mengawali acara kajian bersama. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis dari pihak sponsor. Setelah itu, masuklah acara pada sesi kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf yang memberikan materi tentang hikmah puasa.

KAJIAN - Sebelum berbuka, kajian dulu bersama Ustadz Yusuf

KAJIAN – Sebelum berbuka, kajian dulu bersama Ustadz Yusuf

Setelah kurang lebih satu jam memberikan materi kajian sekaligus tanya jawab dari peserta yang hadir, moment-moment yang paling ditunggu akhirnya tiba, yakni ta’jil berbuka puasa. Menu buka puasa kali ini merupakan sumbangan pihak PT. Sriboga Flour Mill Tanjung Mas Semarang dan Rumah Zakat selaku pihak donator dan sponsor.

Ta’jil selesai para peserta langsung melakukan sholat maghrib dengan imam mas’ul INSANI Universitas Diponegoro, akh. Lukas Santoro yang datang menjelang bersama mantan mas’ul Al-Bahrain FPIK periode 2012/2013, Akh. Miftahul Choir. Setelah sholat maghrib, dilanjutkan dengan makan besar sembari melanjutkan keceriaan suasana berbuka bersama antara mahasiswa dengan anak-anak panti Yayasan Atma Al-Firdaus Semarang.

FOTO BERSAMA - Sarana pererat silaturahmi

FOTO BERSAMA – Sarana pererat silaturahmi

(Bersambung) #AmazingRamadhan

Ramadhan, Pembangunan Waduk Undip Jalan Terus

ALAT BERAT - 3 alat berat tampak terparkir di area penggalian tanah megaproyek waduk Undip Tembalang

ALAT BERAT – 3 alat berat tampak terparkir di area penggalian tanah megaproyek waduk Undip Tembalang

Pembangunan megaproyek Waduk Kampus Undip Tembalang, Semarang tetap dikerjakan meski saat ini tengah memasuki bulan Ramadhan 1434 H. Hal itu terlihat dari masih banyaknya pekerja dan alat berat yang beroperasi di lokasi pembangunan waduk disebelah utara Stadion Undip Tembalang.

Hingga berita ini diturunkan, waduk yang diawal pembangunannya mengundang Menteri Pekerjaaan Umum RI untuk meletakkan batu pertama pembangunan waduk itu masih fokus pada pengerukan tanah.

Waduk yang saat ini sedang dibangun merupakan proyek besar yang sudah digagas oleh birokrasi beberapa tahun yang lalu. Hal itu bisa dilihat dari master plan kampus yang terdapat di rektorat. Menurut rencana, tahun 2014 mendatang pembangunan waduk sudah kelar.

Kesabaran, Faktor Allah Melipatgandakan Pahala Ibadah di Bulan Ramadhan

BERI MATERI - Ustadz Hery Sutarto, Lc sedang memberikan kajian di Aula Dekanat FPIK Undip Tembalang, Semarang (19/7)

BERI MATERI – Ustadz Hery Sutarto, Lc sedang memberikan kajian di Aula Dekanat FPIK Undip Tembalang, Semarang (19/7)

Itulah salah point yang patut dipetik dari acara Kajian Islam dan Tanya Jawab yang dilaksanakan di Aula Dekanat FPIK Lantai 3 pada Jum’at, 19 Juli 2013 kemarin dengan narasumber ustadz Hery Sutarto, Lc.  Acara yang diselenggarakan untuk kali kedua pada bulan ramadhan ini mengambil tema “Rosul dan Hadits”.

Acara ini sendiri terselenggara berkat kerjasama antara birokrasi dengan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK selaku organisasi rohis di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Tembalang, Semarang. Kajian ini dihadiri oleh para mahasiswa dan kalangan dosen serta staf birokrasi FPIK.

Sesuai temanya, pokok bahasan pada kajian kali ini adalah tentang akhlak-akhlak rasul beserta sunnahnya. Berbicara mengenai sunnah, ustadz Hery menjelaskan tentang keshahihan hadits. Syarat dari keshahihan hadits yang beliau jelaskan antara lain hadistnya terhindar dari ‘cacat’.

Ketika dilakukan sesi tanya jawab, salah seorang dosen yakni ibu Delianis Pringgenies menanyakan kenapa pada bulan ramadhan orang yang beribadah pahalanya besar. Ustadz pun menjawan dengan memberikan analogi bahwa seseorang yang beribadah di bulan ramadhan mendapatkan pahala besar karena kesabarannya. Contohnya adalah orang tilawah pahalanya besar karena kesabarannya dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Sabar disini berarti membaca Al-Qur’an dengan penuh kesabaran menahan lapar, nafsu, dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Demikian pula dengan ibadah-ibadah yang lain. Inilah yang tidak didapatkan pada bulan-bulan lain sehingga Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang beribadah di bulan ramadhan.

Kumpulkan Dana Donasi, Panpel AMAZING RAMADHAN “Ngawul” di Pasar

NGAWUL - Kegiatan ngawul yang dilaksanakan oleh pengurus Al-Bahrain FPIK di salah satu pasar tradisional di Semarang guna mengumpulkan dana untuk disumbangkan

NGAWUL – Kegiatan ngawul yang dilaksanakan oleh pengurus Al-Bahrain FPIK di salah satu pasar tradisional di Semarang guna mengumpulkan dana untuk disumbangkan

Panitia Pelaksana (Panpel) kegiatan ramadhan 1434 H Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip yang tergabung dalam tim AMAZING RAMADHAN Al-Bahrain FPIK mengadakan kegiatan menjual baju bekas layak pakai atau biasa disebut dengan istilah “ngawul”.

Hingga berita ini ditulis, kegiatan “ngawul” yang dilaksanakan panpel AMAZING RAMADHAN sudah terlaksana 2 kali. Yang pertama adalah pada awal Juli 2013 dan terakhir pada 18 Juli 2013. Adapun untuk lokasi “ngawul” berada di salah satu pusat pasar tradisional di daerah Semarang Bawah.

Kegiatan “ngawul” tersebut merupakan salah satu cara panpel AMAZING RAMADHAN untuk mengumpulkan dana dengan memanfaatkan hasil penjualan baju bekas layak pakai. Setelah dana tersebut terkumpul akan disumbangkan. Adapun untuk sumber baju bekas layak pakai yang dijual, berasal dari posko ramadhan yang dilaksanakan sebelum liburan semester.

#AmazingRamadhan

11 Amalan Ketika Berbuka Puasa

11 amalan puasaKetika berbuka puasa sebenarnya terdapat berbagai amalan yang membawa kebaikan dan keberkahan. Namun seringkali kita melalaikannya, lebih disibukkan dengan hal lainnya. Hal yang utama yang sering dilupakan adalah do’a. Secara lebih lengkapnya, mari kita lihat tulisan berikut seputar sunnah-sunnah ketika berbuka puasa:

Pertama: Menyegerakan berbuka puasa

Yang dimaksud menyegerakan berbuka puasa, bukan berarti kita berbuka sebelum waktunya. Namun yang dimaksud adalah ketika matahari telah tenggelam atau ditandai dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, maka segeralah berbuka. Dan tidak perlu sampai selesai adzan atau selesai shalat Maghrib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

Dalam hadits yang lain disebutkan,

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” (HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih). Inilah yang ditiru oleh Rafidhah (Syi’ah), mereka meniru Yahudi dan Nashrani dalam berbuka puasa. Mereka baru berbuka ketika munculnya bintang. Semoga Allah melindungi kita dari kesesatan mereka. (Lihat Shifat Shoum Nabi, 63)

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Inilah contoh dan akhlaq dari suri tauladan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih)

Kedua: Berbuka dengan rothb, tamr atau seteguk air

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik di atas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai berbuka dengan rothb (kurma basah) karena rothb amat enak dinikmati. Namun kita jarang menemukan rothb di negeri kita karena kurma yang sudah sampai ke negeri kita kebanyakan adalah kurma kering (tamr). Jika tidak ada rothb, barulah kita mencari tamr (kurma kering). Jika tidak ada kedua kurma tersebut, maka bisa beralih ke makanan yang manis-manis sebagai pengganti. Kata ulama Syafi’iyah, ketika puasa penglihatan kita biasa berkurang, kurma itulah sebagai pemulihnya dan makanan manis itu semakna dengannya (Kifayatul Akhyar, 289). Jika tidak ada lagi, maka berbukalah dengan seteguk air. Inilah yang diisyaratkan dalam hadits Anas di atas.

Ketiga: Sebelum makan berbuka, ucapkanlah ‘bismillah’ agar tambah barokah

Inilah yang dituntunkan dalam Islam agar makan kita menjadi barokah, artinya menuai kebaikan yang banyak.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala (yaitu membaca ‘bismillah’). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858, hasan shahih)

Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ »

Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764, hasan). Hadits ini menunjukkan bahwa agar makan penuh keberkahan, maka ucapkanlah bismilah serta keberkahan bisa bertambah dengan makan berjama’ah (bersama-sama).

Keempat: Berdo’a ketika berbuka “Dzahabazh zhoma-u …”

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berbuka mengucapkan: ‘Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)’.” (HR. Abu Daud no. 2357, hasan). Do’a ini bukan berarti dibaca sebelum berbuka dan bukan berarti puasa itu baru batal ketika membaca do’a di atas. Ketika ingin makan, tetap membaca ‘bismillah’ sebagaimana dituntunkan dalam penjelasan sebelumnya. Ketika berbuka, mulailah dengan membaca ‘bismillah’, lalu santaplah beberapa kurma, kemudian ucapkan do’a di atas ‘dzahabazh zhoma-u …’. Karena do’a di atas sebagaimana makna tekstual dari “إِذَا أَفْطَرَ “, berarti ketika setelah berbuka.

Catatan: Adapun do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)” Do’a ini berasal dari hadits hadits dho’if (lemah).  Begitu pula do’a berbuka, “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu” (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka), Mula ‘Ali Al Qori mengatakan, “Tambahan “wa bika aamantu” adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya, walaupun makna do’a tersebut shahih. Sehingga cukup do’a shahih yang kami sebutkan di atas (dzahabazh zhomau …) yang hendaknya jadi pegangan dalam amalan.

Kelima: Berdo’a secara umum ketika berbuka

Ketika berbuka adalah waktu mustajabnya do’a. Jadi janganlah seorang muslim melewatkannya. Manfaatkan moment tersebut untuk berdo’a kepada Allah untuk urusan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396, shahih). Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 194).

Keenam: Memberi makan berbuka

Jika kita diberi kelebihan rizki oleh Allah, manfaatkan waktu Ramadhan untuk banyak-banyak berderma, di antaranya adalah dengan memberi makan berbuka karena pahalanya yang amat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih)

Ketujuh: Mendoakan orang yang beri makan berbuka

Ketika ada yang memberi kebaikan kepada kita, maka balaslah semisal ketika diberi makan berbuka. Jika kita tidak mampu membalas kebaikannya dengan memberi yang semisal, maka doakanlah ia.  Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Daud no. 1672 dan Ibnu Hibban 8/199, shahih)

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِى

Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]” (HR. Muslim no. 2055)

Kedelapan: Ketika berbuka puasa di rumah orang lain

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud no. 3854 dan Ibnu Majah no. 1747 dan Ahmad 3/118, shahih)

Kesembilan: Ketika menikmati susu saat berbuka

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ. وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ لَبَنًا فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” (HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322, hasan)

Kesepuluh: Minum dengan tiga nafas dan membaca ‘bismillah’

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كان يشرب في ثلاثة أنفاس إذا أدنى الإناء إلى فيه سمى الله تعالى وإذا أخره حمد الله تعالى يفعل ذلك ثلاث مرات

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekati ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277)

Kesebelas: Berdoa sesudah makan

Di antara do’a yang shahih yang dapat diamalkan dan memiliki keutamaan luar biasa adalah do’a yang diajarkan dalam hadits berikut. Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan)

Namun jika mencukupkan dengan ucapan “alhamdulillah” setelah makan juga dibolehkan berdasarkan hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat suka kepada hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (alhamdulillah) sesudah makan dan minum” (HR. Muslim no. 2734) An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang mencukupkan dengan bacaan “alhamdulillah” saja, maka itu sudah dikatakan menjalankan sunnah.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 51)

Demikian beberapa amalan ketika berbuka puasa. Moga yang sederhana ini bisa kita amalkan. Dan moga bulan Ramadhan kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Wallahu waliyyut taufiq.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Desain Jaket Al-Bahrain FPIK Undip 2013 Resmi Dirilis

RILIS - Desain Jaket Al-Bahrain FPIK Undip tahun 2013

RILIS – Desain Jaket Al-Bahrain FPIK Undip tahun 2013

Setelah melalui berbagai revisi desain, Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Al-Bahrain FPIK akhirnya secara resmi merilis desain jaket terbarunya pada Rabu, 10 Juli 2013. Organisasi rohis FPIK berlambang segidelapan itu merilis desain jaket terbarunya melalui media sosial Facebook dan Blog.

Desain jaket kali ini dibuat double side atau dua sisi. Adapun untuk warna dasar, yang pada mulanya memakai dasar warna biru dan hijau, akhirnya warna hijau diganti dengan warna hitam. Sehingga, jaket Al-Bahrain FPIK keluaran tahun 2013 ini memakai warna dominan biru dan hitam.

Keinginan Kader Muda

Pergantian warna dasar hijau menjadi hitam tersebut didasarkan pada keinginan sejumlah fungsionaris angkatan 2012 yang menginginkan warna hitam dengan pertimbangan agar terlihat lebih tegas dan cocok jika dipakai bersama warna pakaian lain pada umumnya.

info lebih lanjut mengenai spesifikasi desain jaket, silahkan klik link berikut:

https://albahrainfpikundip.wordpress.com/about/jaket-al-bahrain-fpik/

Al-Bahrain FPIK Buka Posko Ramadhan di Kampus

POSKO - Salah seorang panitia tampak tengah berdiri di depan posko ramadhan yang berlokasi di depan akademik FPIK

POSKO – Salah seorang panitia tampak tengah berdiri di depan posko ramadhan yang berlokasi di depan akademik FPIK Undip Tembalang

Dalam rangka menyambut bulan ramadhan 1434 H yang sudah di depan mata, panitia Ramadhan Al-Bahrain FPIK 2013 yang tergabung dalam kepanitiaan “AMAZING RAMADHAN” membuka layanan Posko Ramadhan di kampus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Tembalang, Semarang.

Posko ramadhan tersebut dibuka pada tanggal 1-5 Juli 2013 lalu yang berpusat di dua titik. Yakni depan gedung akademik dan depan pintu masuk gedung D FPIK. Posko ramadhan ini bertujuan  menfasilitasi para mahasiswa FPIK yang ingin menyalurkan sebagian rizki atau barang yang layak pakai yang nantinya akan didonasikan kepada anak yatim pada acara bakti sosial pertengahan ramadhan nanti.

CERIA - Penjaga posko ramadhan di depan gedung D FPIK yang tampak ceria. Semangat ya :)

CERIA – Penjaga posko ramadhan di depan gedung D FPIK yang tampak ceria. Semangat ya 🙂

Panitia yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi angkatan 2012 yang dibantu sebagian kakak-kakak 2011 tampak semangat dalam menyelenggarakan posko ramadhan ini. Begitu pula dengan respon mahasiswa FPIK, mereka cukup responsif.

Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini diberikan pahala yang berlipat ganda. Aamiiin… #AmazingRamadhan

ACTION - Disamping membuka posko, panitia juga 'action' langsung menghampiri para mahasiswa-mahasiswi

ACTION – Disamping membuka posko, panitia juga ‘action’ langsung menghampiri para mahasiswa-mahasiswi

BEKERJA - Panitia yang sedang bekerja di posko ramadhan depan akademik FPIK Undip Tembalang

BEKERJA – Panitia yang sedang bekerja di posko ramadhan depan akademik FPIK Undip Tembalang

Lagi, dipakai UM, Lalulintas Undip Tembalang Macet

PADAT - Suasana kemacetan gerbang keluar Bundaran Undip Tembalang, Semarang

PADAT – Suasana kemacetan gerbang keluar Bundaran Undip Tembalang, Semarang

Ujian Mandiri (UM) yang dilaksanakan di Universitas Diponegoro pada Sabtu, 6 Juli 2013 kemarin kembali membuat jalan-jalan utama kampus Undip Tembalang tak berdaya menampung kendaraan yang membludak.

Akibatnya, kemacetan parah tak bisa terhindarkan. Kemacetan besar Ini merupakan kali kedua yang terjadi di Undip Tembalang dalam kurun waktu 1 bulan belakangan setelah beberapa waktu lalu lalulintas kampus yang baru saja memperoleh predikat A ini juga mengalami kemacetan besar saat mengadakan SBMPTN pada Juni 2013 silam.

TERSENDAT - Sejumlah kendaraan terlihat tersendat di kampus FPIK usai pelaksanaan Ujian Mandiri (6/7)

MENUMPUK – Sejumlah kendaraan terlihat menumpuk di kampus FPIK usai pelaksanaan Ujian Mandiri (6/7)

Jalan utama kampus yang mengalami kemacetan besar tersebut antara lain berada di jalan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Kampus DIII Teknik.

Bahkan di FPIK, kemacetan terjadi di dalam area fakultas karena FPIK saat ini menjadi fakultas kedua di Undip Tembalang setelah Fakultas Teknik yang dibelah oleh jalan lintas fakultas setelah prodi PSIK Fakultas Kedokteran dibangun.

MERAYAP - Kemacetan di jalan menuju pintu keluar Undip Tembalang. Tepatnya disamping Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP)

MERAYAP – Kemacetan di jalan menuju pintu keluar Undip Tembalang. Tepatnya disamping Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP)

Tak cukup disitu, selain di berbagai fakultas, rentetan kemacetan bahkan memanjang lebih dari 1 km yang dimulai dari jalan keluar dari arah Widya Puraya sampai SPBU Undip Tembalang.

Foto-Foto Kemacetan Undip (6/7):

PADAT - Lalulintas di depan rektorat Undip Tembalang

PADAT – Lalulintas di depan rektorat Undip Tembalang

PENUH - Kendaraan yang memenuhi jalan lintas fakultas di kampus FPIK

PADAT MERAYAP – Kendaraan yang memenuhi jalan lintas fakultas di kampus FPIK

BERDESAKAN - Suasana lalulintas di samping salah satu bundaran FPIK

BERDESAKAN – Suasana lalulintas di samping salah satu bundaran FPIK

DIBAWAH POHON - Kendaraan di kampus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)

DIBAWAH POHON – Kendaraan di kampus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)

PENUH DUA ARAH - Arus kendaraan tampak penuh dari dua arah di pertigaan kampus FPIK

DUA ARAH – Arus kendaraan tampak penuh dari dua arah di pertigaan kampus FPIK

ARAH FISIP-FIB - Kendaraan padat merayap

ARAH FISIP-FIB – Kendaraan padat merayap

MENUJU SOEDARTO - Dua arah sama-sama macet

MENUJU SOEDARTO – Dua arah sama-sama macet

DEPAN POLINES - Pemandangan di depan kampus Polines, menuju gerbang keluar Undip Tembalang

DEPAN POLINES – Pemandangan di depan kampus Polines, menuju gerbang keluar Undip Tembalang

KONTRADIKSI - Lalulintas menuju pintu keluar Undip tampak padat. Berbeda jauh dengan arah sebaliknya

KONTRADIKSI – Lalulintas menuju pintu keluar Undip tampak padat. Berbeda jauh dengan arah sebaliknya

MENUJU PERTIGAAN MASKAM - Keadaan tak beda jauh. Arus lalulintas tersendat

MENUJU PERTIGAAN MASKAM – Keadaan tak beda jauh. Arus lalulintas tersendat

(Photo-photo by Infokom Al-Bahrain FPIK)